Simply Suhandy

Wednesday, June 20, 2007

Surprised Meeting with EC*

Hidup ini selalu penuh dengan kejutan. Ada kejutan yang menggembirakan, seperti ketika mendapatkan suatu hadiah ulang tahun yang kebetulan sudah lama didoakan. Ada kejutan yang mendatangkan dukacita, seperti ketika relasi teman saya didiagnosakan menjangkiti penyakit yang tidak terobati. Ada juga kejutan iseng yang mendatangkan balasan berupa tonjokan :)

Saya mengingat bahwa di masa SD saya di SD Katolik Tanjung Pinang. Kelas saya adalah kelas 5A, dan tempat duduk saya ada di kolom ke-2 dari kiri, baris ke-4 dari depan. Teman sebangku saya adalah NT*, dan tepat di belakang saya ada EC* dan NO*.

Waktu itu, julukan saya di sekolah adalah "Kim Pok" yang artinya emas. Soalnya saya selalu membawa tas besar ke sekolah, dan seolah dalamnya penuh berisi emas. Selain itu saya juga dipanggil "Profesor" karena mampu menyelesaikan soal matematika rumit yang belum diajarkan sekalipun.

Setelah tamat dari SD, sebagian besar teman-teman saya pergi ke SMP Katolik, sedangkan saya pergi ke SMP Negeri yang lebih murah. Karena pergaulan berubah, maka hubungan dengan teman2 satu SD pun tidak dilanjutkan atau putus kontak sama sekali.

Bersyukur sekali, malam ini saya bisa bertemu kembali dengan EC* setelah lebih dari 10 tahun tidak bertemu. Saya ada janji dengan LM* (teman SMA) di RafflesCity FoodJunction, dan di sana kebetulan bertemu dengan W (cici LM dan teman SMA) lagi makan bersama DZ(teman SD,SMA) dan suaminya, serta satu cewe lagi. Setelah dikenalkan saya baru kaget, karena dia adalah EC* yang sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah ketemu. Kalau tidak dikenalkan saya tidak akan bisa mengenali dia.

DZ(kiri) dan EC(kanan)

EC, DZ, W, saya dan LM
(yg ambil foto itu suami DZ)

How time flies... DZ dan W sudah menikah, LM bakal ambil wedding foto minggu depan. Tidak terasa teman-teman SD yang dulu bermain kejar lari bersama, sudah pada menanjak kepala 3.

Waktu berlalu dan tidak akan berhenti untuk menunggu kita. Apakah hari-hari yang sudah kita lewatkan itu berarti bagi kita? bagi sesama kita? bagi bangsa dan negara? Waktu yang berlalu tidak bisa dikejar kembali. Hargailah persahabatan yang ada sekarang, dan kiranya Tuhan membuat kita menjadi berarti di hadapan teman-teman kita.

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home

 

Free Blog Counter