Simply Suhandy

Thursday, March 27, 2008

Easter Events 2008 in BBPC - Pre-Easter Sunday 5

Pre-Easter Sunday 5 - Compassion behind the Punishment (Genesis 7: The Flood)

For the drama, the time actually does not move from here. The comfort given by the mother from the previous sunday was continued by the comfort from the daughter, Thea, who sang the song "Trust His heart" together with the accompaniment of the Magnificat choir. It serves as a calling to all the congregation, that no matter how bad our condition is, God is there for us.

I have posted the lyric at the bottom of this blog article. Please read along, (and sing along if you can!) and may this song comfort your heart as well.

This drama is linked to the story in the Bible when God caused the Flood to happen to wipe out humanity, except for Noah's family.

To see pictures of this blog and the song lyrics, please click here

Labels: ,

Thursday, July 05, 2007

Lagu "Doxology" dan terjemahannya

Seperti yang sebelumnya saya sharingkan tentang Dilemma Penerjemahan Lagu, ada satu contoh yang baru saya jumpai untuk menjelaskan dua konsep penerjemahan yang berbeda. Lagu tersebut adalah lagu "Doxology". Teks bahasa Inggris yang sudah kita ketahui adalah:


Ternyata terjemahan bahasa Indonesianya ada 3 versi yang berbeda. Versi pertama adalah:

Puji Allah Bapa Putra
Puji Allah Rohul Kudus
KetigaNya Yang Esa
Pohon slamat sumber berkat
Amin
Versi kedua:
Puji Allah Sumber berkat
Puji Dia semua ciptaanNya
Puji Dia para malaikat
Bapa Putra dan Roh Kudus
Amin

Doksologi, adalah pujian kepada Allah Tritunggal, dan dalam bahasa mandarinnya adalah: 三一颂 (san1 yi1 song4). Inti yang ingin disampaikan adalah memuji ketritunggalan Allah kita.

Versi pertama kalau kita lihat mencapai essensi yang diinginkan daripada lagu tersebut. Tetapi artinya secara lengkap tidak bisa disampaikan (asumsi bahwa versi indo diambil dari versi inggris). Selain itu malah ada tambahan 'pohon selamat' yang asalnya mungkin tidak diketahui. 'sumber berkat' di baris ke-4 adalah pindahan dari baris pertama.

Versi kedua berhasil menerjemahkan semua kalimat, terkecuali baris ke-4 yang menjadi essensi dari lagu tersebut. Kata "praise" atau "puji" hilang sama sekali. Tentu saja, penerjemah sudah mengasumsikan kalau semua dari kita tahu bahwa yang harus dipuji itu Bapa, Anak dan Roh Kudus.

kedua versi terjemahan ini mempunyai kelemahan yang sama, yaitu rima dari lagu tersebut hilang sama sekali. Rima yang originally: ow, ow, ost, ost, berubah menjadi a, us, a, at dan at, a, at, us.

Dibanding dengan lagu2 lain, kedua versi terjemahan dari lagu doksologi ini sudah merupakan terjemahan yang sangat baik.

Tambahan versi ketiga ini difeedback oleh Peri Purple. Thanks Peri Purple:

Versi ketiga ini boleh dikatakan yang paling baik. Dari segi rima lagu, a-a-b-b rimanya dipreserve seperti yang ada di versi bahasa ingris. Dari segi arti, semua ciptaan dan para malaikat disummarize menjadi Surga dan Bumi, sehingga artinya tetap boleh dikatakan tidak berubah. Salut buat penerjemah lagu ini: Tim Yamuger

Labels:

Tuesday, April 03, 2007

依依不舍

张信哲 - 依依不舍 reluctant to part (from someone)
专辑:等待


我答应你 再也不会 打搅你的生活
I promise you, from this day on, I shall not bother you
我答应你 再也不会 为你多喝一杯酒
I promise you, I shall not drink another wine because of you
我答应你 从今以后 我们都还是好朋友
I promise you, now and ever, we will always be common friends
你怎么说 我怎么做 这样子够不够
whatever you say, I will obey, we will always be friends...

你看不到 我的双手 在痛苦地颤抖
You cannot see, these hands of mine, are trembling in fear
你听不到 我的内心 碎得我都不敢碰
You cannot feel, my shattered heart, broken down in million piece(s)
你想不到 我的沉默 压抑着多少话要说
You cannot tell, how my silence, hidden a thousand words to say
爱不能有 泪不能流 你教我这种日子怎么过
Love that can't be, tears that can't drop, somebody please tell me how life goes on...

舍不得你
come back to me (real meaning should be: cant give up you)
所以才会骗了你也骗自己
that's why I have deceived you, and deceived me
其实我也知道只是我 没勇气面对问题
Though I know that it is I who chose to dwell in miseries
舍不得你
come back to me
虽然明知我的爱你不珍惜
though I clearly understood, you don't love me...
有些事情谁都说不出原因
These things called love, happens without reasoning

Lagu ini adalah lagu dari Jeff Chang, dari album:"Waiting", sekitar 15 tahun yang lalu. Judul lagunya adalah "Yi Yi Bu She", yang tidak bisa diterjemahin langsung ke dalam bahasa indo ataupun inggris. Yi Yi Bu She adalah suatu idiom, yang artinya ketika kita mau ditinggalkan oleh seseorang, tetapi kita tidak pengen orang itu pergi, namun orang itu tetap harus pergi. Terjemahan bahasa inggris: Reluctant to let go, mungkin mendekati, tetapi tetap tidak bisa mencakup emotional loss yang terkandung dalam idiom chinese tersebut.

Kenapa lagu ini? hmm... berapa hari ini memang mood saya seperti lagu ini. Kalau boleh dibilang, 90% dari apa yang aku alami tertuang dalam teks lagu yang sudah lama ini. Dulu lagu ini sempat menjadi lagu favoritku. Ternyata dinyanyikan setelah mengalami apa yang terjadi di dalam lagu sungguh suatu pengalaman yang 'luar biasa'.

Dalam buku 'Conquering Insecurity' yang sedang aku baca, ada bagian yang menceritakan bahwa terkadang manusia menjadi kurang 'secure' karena kita merasa diri kita 'rendah', 'minder'. Personal Devaluation, karena sesuatu yang terjadi menimpa kita, misalnya patah hati, kehilangan pekerjaan, etc, terkadang membuat kita melihat diri kita sendiri lebih rendah dari seharusnya. Kita jadi merasa, kenapa orang ini ga suka sama kita, karena kita jelek, karena ini, karena itu... suara iblis mulai berbisik dan kita terkadang terjebak ke dalamnya.

Manusia adalah manusia yang emosional, jadi terkadang memang mudah dipermainkan oleh iblis secara emosional. Ibu Theresa pernah mengatakan, bahwa kelaparan yang paling banyak dialami oleh semua orang, bukan kelaparan akan makanan, tetapi kelaparan akan kasih sayang, atau cinta, atau acceptance. Mungkin hal inilah yang saya rasakan, karena ditolak, maka merasa 'unwanted', 'unloved', dan mulailah 'personal devaluation'.

Dalam film "The Wild" yang saya tonton hari sabtu yang lalu, ada kutipan menarik. Kita adalah singa, bukan karena kita bisa mengaum atau tidak, bukan karena kita ada di hutan rimba, atau di sirkus atau kebun binatang. Kita adalah singa, hanya karena memang kita adalah singa. Itu identitas seekor singa. Terlepas dari apa yang dia rasakan, terlepas dari apa yang orang lain katakan, itu tidak bisa mengubah identitas bahwa dia adalah seekor singa.

Kita sebagai orang kristen, apakah kita juga menyadari akan status atau identitas kita masing2? Mungkin pada saat senang, sukses, kita bisa ingat akan status tersebut. Tetapi pada saat down, patah hati, rejected, hilang kerjaan, apakah kita masih sadar kalau kita tetap adalah anak Allah? Apakah kita mau membiarkan si 'jahat' membohongi kita, dan membuat kita makin merasa minder?

Semoga blog ini bisa menjadi penguatan bagi saya (yg masih merasa sedih) dan juga buat orang2 yang membaca.

Labels: ,

Thursday, March 08, 2007

giving and receiving...

我们之间 伍思凯

付出多少 是不是就要拿回多少
在感情的世界里
多少算多 多少算少

我对你好 是不是要你也对我好
在感情的天平上
什么算好 什么算不好

我们一路跟时间赛跑
我们一直和未来计较
跟往事的是是非非
对对错错 苦苦煎熬

哪一天我们才能清楚知道
我们曾在同一个地方停靠
将往事的是是非非 对对错错
抛在脑后 都抛在脑后

付出多少 是不是就要拿回多少
在感情的世界里
多少算多 多少算少
我对你好 是不是要你也对我好
在感情的天平上
什么算好 什么算不好

我们一路跟时间赛跑
我们一直和未来计较
跟往事的是是非非
对对错错 苦苦煎熬

哪一天我们才能清楚知道
世上的事总是难以预料
将往事的是是非非 对对错错
抛在脑后 都抛在脑后

Lagu ini ciptaan 伍思凯,Sky Wu, penyanyi Taiwan. Lagu ini termasuk lagu tua, karena berada di dalam album tahun 1970. Tetapi makna lagu ini lumayan dalam, dan permainan gitar yg mengiringi lagu ini juga sangat lembut dan menyentuh.

Lagu ini mengatakan: dalam dunia cinta, apakah jumlah kasih yang sudah kita berikan, harus mendapatkan balasan yang seimbang juga. Apakah kalau kita sudah berbuat baik kepada seseorang, maka kita layak mendapatkan perlakuan baik sebagai balasannya? Dalam perjalanan hidup mengejar waktu, mengejar masa depan, apakah kita terlalu mempersalahkan masa lalu yang sudah lampau? Kapankah kita baru bisa berhenti mengejar, dan tidak membiarkan masa lalu menghantui kita? menyadari bahwa selama ini ada seseorang yang selalu bersama dengan kita?

Hidup ini tidak gampang. Kapankah kita harus memberi, dan kapankah kita harus menerima? Waktu natal, baik di Supermarket, ataupun di gereja, banyak ditekankan tentang 'the joy of giving'. Apakah memberi pasti akan mendatangkan sukacita?

Sebenarnya memberi sesuatu itu tidak semestinya mendatangkan sukacita. Contoh: kalau kita memberikan perhatian extra kepada seseorang. Tetapi orang itu ternyata belum siap untuk kita, atau merasa kita tidak cocok, lalu menolak kita. Perasaan itu bagaikan Vas bunga yang jatuh pecah, atau bagaikan Ocarinaku yang pecah minggu lalu.

Atau, ada yang merasa penolakan suatu pemberian itu adalah suatu penghinaan. Di suku2 pedalaman tertentu, apabila pemberian ditolak, itu adalah penghinaan yang sangat tinggi, sehingga orang yang dihina itu bisa begitu marah sampai bisa membunuh sang penolak.

Di lain pihak, apakah menerima itu hanya semata2 demi keuntungan/kebaikan atau kerakusan kita sendiri? Dengan menerima suatu pemberian, sebenarnya kita justru memberikan sesuatu kepada si pemberi, yaitu "acceptance". Acceptance, kata ini susah dilukiskan dalam bahasa indonesia, mungkin kata "penerimaan" yang paling cocok. Dengan menerima, kita memberikan "penerimaan" kepada pemberi.

Mungkin buat banyak orang, ini kedengarannya sangat lucu. Tetapi bagi saya, acceptance ini penting sekali. Ketika saya melayani, saya selalu mempertanyakan apakah saya 'diterima'. Ketika saya berada dalam diskusi, apakah komentar saya 'diterima'. Ketika saya mau memberikan bantuan kepada seseorang, apakah bantuan itu 'diterima'. Bila tidak diterima, atau terkesan tidak diterima, maka dalam hati terasa sepertinya sangat sakit. Mungkin ini karena karakter saya yang haus 'penghargaan'. Mungkin ini juga dikarenakan latar belakang keluarga.

Kesimpulannya.... Kalau memberi, berilah dengana ikhlas, jangan mendampakan balasan, jangan terlalu bersedih sekalipun pemberianmu ditolak, karena yang kamu berikan itu belum tentu bagus/baik untuk orang tersebut. Kalau diberi, sedapat mungkin terimalah pemberian tersebut, karena dengan menerima, anda telah memberikan sesuatu yang lebih berharga, tetapi kalau seandainya memang tidak bisa menerima, berilah penjelasan, supaya tidak menyinggung perasaan si pemberi.

Labels: ,

Friday, February 16, 2007

Disillusioned

Teringat satu lagu Musical dulu di NTU. Lagu ini dibuat oleh Elaine Quek (sekarang Elaine Young?) di Music Ministry angkatan ke-8. Pada saat Music Min angkatan ke-10, ketika kami mission trip ke Perak, lagu ini pernah dinyanyikan. Terus Music Min angkatan ke-12, di musical MacAWish dinyanyikan oleh Adrian.

Disillusioned

Why can't you try to understand
Why can't you try to comprehend
Are all girls that demanding
Their mood so ever changing...

But I have tried my very best
what can we do to pass the test
of loving one another
relationship they falter...

Oh I really am not satisfied
oh can't she see how hard I tried
to love and give
yet not receive...

I am so disillusioned...

Labels:

 

Free Blog Counter