Simply Suhandy

Monday, March 17, 2008

Sorry for being absent for so long

Dear all,

Sorry for being absent for so long from blogspot.
reason is, I have been very busy with my studies in SBC.
I have little time left to cope with many assignments
and on top of that, I have many other ministries to cope with...

The past one week, I found my mood to write post and networking back..
in fact, I have tried to work on the Yuwie, well.. dreaming that I can get some money from there... guess what, for the month January and February, I was being paid 4cents :)
well, 4 cents is definitely not alot, but it may grow exponentially.. some day..

for those who are interested, you can click here. A short video will be showing how yuwie works, and if you sign up there, you will be signing up under me.

a few short update for me:
1. Study: I am still performing good in school. Albeit, without much joy. I am trying to enjoy, or else the study will not do me good
2. Church ministries: Busy as ever, or busier
3. Relationship: Getting along well with my little lamb. Some small arguments, but healthy ones to get to know one another better
4. Financial: a bit tight... (this is an understatement)

oh yeah.. I am glad that my blogspot counter has reached 2000. Thanks for your support guys..!!

Labels:

Thursday, July 19, 2007

Happy Birthday to my new look

Hari ini adalah ulang tahun saya yang ke-6.

Happy Birthday to me...
Happy Birthday to me...
Happy Birthday to my new look...
Happy Birthday to me...

Apa maksudnya?....
Well, tepat tanggal 18 Juli 2001, saya menjalani satu operasi plastik yang besar di sini. Nama operasi tersebut adalah Oral-MaxilloFacial Surgery atau OMS. Tempatnya adalah di SGH, dan yang mengoperasi saya adalah 3 orang dokter bedah mulut, bergantian, karena total waktu operasi adalah hampir 9 jam.

Saya masih ingat kejadian itu. Tanggal 17 Juli malam saya sudah masuk ke RS untuk persiapan. Puasa tidak makan. Tanggal 18 pagi, jam 9 tepat saya sudah masuk ke ruangan operasi untuk dioperasi. Saya sama sekali tidak diberikan waktu untuk berdoa (untung saya berdoa sebelum didorong ke ruang operasi), karena setelah masuk ruang operasi, si suster langsung menancapkan sesuatu di tempat infus di tangan, dan 8 detik kemudian saya sudah tertidur.

Ketika saya terbangun, sekitar jam 6 sore, saya melihat satu wajah familiar yang saya rindukan saat itu. Mungkin itu salah satu ingatan terindah. Saya langsung menggenggam tangan orang tersebut, tetapi tidak bertahan lama, karena ga lama kemudian saya tertidur kembali karena pengaruh obat bius. Biarpun cuma sebentar, tetapi ingatan itu akan saya kenang seumur hidup :)

Well... singkat cerita, setelah operasi lama itu, pipiku bengkak, mulutku dijahit atas bawah selama dua minggu, tidak bisa makan dan cuma bisa minum dengan jarum suntik. Minum obat yang pahit juga harus dilarutkan dan diminum dengan jarum suntik.

Hasil operasi itu luar biasa. Rahang bawah saya dimundurkan berapa milimeter, dan rahang atas dimajukan berapa milimeter, sehingga offset yang 13 mm itu menjadi hilang. Ketika saya menanjakkan kaki ke NTU kembali, TIDAK ADA SATU ORANG temanku yang mengenaliku. Saya yang harus memanggil setiap orang dan meyakinkan setiap orang bahwa aku adalah aku. Jadi sungguh tidak salah kalau dikatakan bahwa 18 Juli adalah hari kelahiran wajahku yang baru.

Lalu apa yang dirayakan di hari yang lumayan memorable ini? Hari ini saya bertemu dengan C*, teman saya dari Amrik yang baru berkunjung. Terakhir kali kita bertemu mungkin tahun 2000. Tetapi kali ini dia tidak datang sendirian, karena dia datang bersama dengan ehmm... calon suaminya aka tunangan :) Wish you all the best yah... for your career, relationship, family and all your plans for the future...

Labels: , ,

Friday, June 22, 2007

My Wish List

My Wish List

Manusia mempunyai wants dan needs. Di bawah ini adalah yang 'ingin' saya beli,
1. Kacamata Hitam - belum pernah punya
2. Satu tas formal baru - yang lama dah putus/koyak
3. Satu pasang sepatu olahraga baru - Yang lama kekecilan, salah ukuran. Belum rusak sih.
4. Satu pasang sepatu kulit hitam formal baru - Yang lama dah retak kulitnya - Rockport?
5. Ipod 30 GB - Portable Harddisk cum music player, do I really need this?
6. Teleskop Bintang + Buku Perbintangan - New Hobby, actually can do without
7. Jam Tangan formal baru - Yang lama dialnya suka copot, KO anytime
8. Jam Tangan informal baru - Sekarang ga punya
9. Handphone baru (Sony Ericson) - Yang lama, udah kondisi KO anytime, batere abis cepat.


Mungkin ada yang mau komentarin kalau barang2 di atas itu perlu atau tidak perlu?

Labels:

Saturday, May 12, 2007

Kebenaran, haruskah diperjuangkan?

Kebenaran dalam informasi di internet

Hampir semua pengguna internet mempunyai email account. Dari email itu, kita bisa berbagi informasi dengan orang lain. Tentu saja informasi yang dibagikan, ada yang benar, ada yang tidak benar.

Contoh, sekarang ini banyak sekali chain mail yang beredar, di dalamnya berisi informasi palsu yang kedengarannya benar. Ada banyak hal yang dibikin sedemikian rupa, sehingga kelihatannya seperti kebenaran, antara lain, tentang NASA yang menemukan adanya satu hari yang hilang, untuk mengkonfirmasikan hilangnya satu hari yang tercatat di dalam alkitab. Dengan mengutip nama beberapa authority, atau menggunakan beberapa kata ilmiah, seringkali berita-berita palsu itu dianggap menjadi kebenaran dan disirkulasikan.

Sekalipun kita bukanlah orang yang pertama merekayasa cerita palsu tersebut, tetapi dengan turut menyebarkan berita palsu tersebut, tanpa menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya, kita sudah bersalah. Perlu ada kesadaran untuk menguji informasi informasi yang didapat di internet, sebelum turut menyebarkan fitnah/gossip internet.

Tentu saja, ketika teman kita membagikan berita yang tidak benar itu, itu hanya semata semangat ingin 'berbagi' sesuatu yang dianggap baik. Motivasi itu adalah baik. Karena itu dalam memberitahukan kebenaran kepada yang bersangkutan, harus dilakukan dengan penuh kasih. Jangan menuduh. Pengalaman dulu waktu lagi kuliah di NTU, ketika saya menegur teman saya dengan sedikit keras, bukan hanya tidak membangun, malah meruntuhkan hubungan dengan teman saya.


Kebenaran dalam menyanyikan lagu pujian

Memuji Tuhan adalah bagian yang dalam kehidupan setiap orang kristen. Memuji Tuhan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melalui doa. Ada yang melalui lagu pujian. Ada yang melalui perbuatan lainnya juga.

Setiap composer dari zaman dulu sampai zaman sekarang, bergumul berat untuk menciptakan lagu yang bisa kita pakai untuk memuji Tuhan. Bagaimana mereka menempatkan note lagu dan kata-kata, mempunyai maksud mereka tersendiri. Kita bersyukur, bahwa kita mempunyai banyak lagu yang bisa kita pakai untuk memuji Tuhan, karena itu, kita harus berusaha sebisa menyanyikan lagu tersebut, sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh composer.

Salah satu lagu yang kerap kali salah dinyanyikan adalah lagu "Bukan karna kebaikanmu" yang diciptakan oleh ibu Rahmiati. Lagu yang diciptakan dengan pola nada yg begitu dinamis, triplet2 yang membantu penghayatan ke arti kata lagu, seringkali dihilangkan, dan dijadikan menjadi lagu2 dengan quiver dan semi quiver yang serba monoton.

Apakah saya harus menegur orang itu secara langsung, bahwa dia salah nyanyi? atau haruskah saya membiarkan kesalahan dia berlangsung, dan makin menyebar (seperti email di atas)?.

Banyak orang yang tidak menganggap penting akan hal ini. Haruskah hal ini diperdebatkan? Harusnya kebenaran ini diperjuangkan?

Labels:

Monday, April 09, 2007

Monday full of gladness

Hari ini adalah hari yang spesial. Tidak. Bukan karena saya dapat cewe di hari ini. Lebih dari itu. Hari ini, sepertinya saya menemukan Sukacita yg sudah lama hilang. Yaitu sukacita yang dari Tuhan saja. Rasanya seperti kembali ke bertahun-tahun yang lalu. Kembali ke saya yang gembira dan banyak senyum. Kembali ke masa lalu yang 'innocent' tanpa pergumulan orang dewasa.

Mungkin, karena kemaren sudah banyak meneteskan air mata, bagaikan hujan yang sudah menyirami padang gurun yang tandus. Padang gurun mulai menampakkan rumput2 yang hijau, demikian juga hatiku juga menumbuhkan bibit-bibit sukacita yang tidak terkatakan.

Sudah terlalu lama, saya bersandarkan sukacita pada 'acceptance' dari orang lain. Tanpa menyadari, bahwa sukacita yang sejati itu dari Tuhan. Sudah terlalu sering, saya menganggap penolakan dari orang lain sebagai hal yang menghalangi sukacitaku, tanpa berusaha mengingat, bahwa sukacita itu adalah juga berkat dari Tuhan.

Hari ini, saya mengambil pilihan untuk hidup dalam sukacita. Saya mau mengingat akan kasih Allah, dan bersyukur untuk hal2 kecil yang saya alami. Saya mau Tuhan memakai senyum dan sukacitaku, untuk menyinari orang2 di sekelilingku.

Labels: ,

Tearful Sunday

Siapa bilang menangis adalah hak istimewa wanita? Buktinya, kemaren sepanjang hari, saya meneteskan airmata lebih dari 3 kali.

Pertama kali, Minggu pagi, sebelum tidur (tidurnya jam 2 pagi). Ketika sedang tidur, ada rasa sedih yang tiba2 menyelinap masuk, dan meneteslah air mata.

Kedua kali, Minggu pagi, di kebaktian Paskah Subuh. Pada saat GPBB-Kuartet nyanyi. Suaranya bagus, dan lagunya juga menyentuh. Lagu yang menyentuh kalau dinyanyikan oleh suara yang bagus akan menghasilkan hasil yang luar biasa. Thanks U, O, Y, D, untuk suara kalian yang telah Tuhan berikan, dan tentu juga D yang mengiringin dengan piano juga. Lagunya "in the name of the Lord".

Ketiga kali, ketika sampai di rumah, dan membaca satu email yang dikirim oleh pr B. Waktu membaca artikel itu, somehow merasa senasib. Terus membaca satu artikel yang dikirim Yy minggu lalu (sebelumnya belum sempat dibaca). Tentang cerita seorang anak bernama Shay yang lahir dengan penyakit, dan bagaimana suatu permainan baseball membuat dia merasakan bagaimana menjadi 'Pahlawan'. Cerita ini sudah pernah saya baca dalam bahasa inggris sebelumnya di reader's digest kalo ga salah, waktu itu biasa-biasa saja. Namun kali ini, ntah kenapa air mata bercucuran membasahi pipi.

Keempat kali, malam hari. Nonton satu film yang dipinjamkan teman: Sad Movies. Film Korea. Waktu awalnya sih lucu2 saja. Tapi akhirnya, wahhh.... benar2 seperti judulnya, Sad Movies.

Ada 4 cerita terpisah.
- 1 pasang yg sudah pacaran 3 tahun, diminta putus karena cowonya ga pernah punya kerjaan. Setelah cowonya dapat kerjaan, tahunya cewe ini dah dapat cowo lain, putus.
- 1 keluarga yang ibunya senantiasa sibuk dan dibenci anaknya. Ketika kecelakaan mendaratkan sang ibu di RS, dan hubungan dengan anak pun pulih kembali. Tetapi tragedi adalah sang ibu ada penyakit kanker dan pasti akan mati.
- 1 pasang yang cowonya anggota tim pemadam kebakaran. pacaran dengan seorang cewe yang pernah diselamatkan. Mau proposal ga pernah terlaksana. Pada hari-H ketika dia mau proposal, dia dipanggil untuk memadamkan api, dan tewas.
- 1 pasang yang cowonya seniman dan cewenya figuran penggembira pake kepala besar sebagai princess di theme park. Cewe tsb bisu, dan mukanya bekas luka bakar. Cowo tersebut suka sama cewe itu, dan cewe itu pun suka. Namun ketika melihat wajah cewe itu sebenarnya, cowo itu jadi sedih sendiri, dan cewe itu juga menangis. Cowo itu pergi dari theme park untuk studi.

Mungkin sepanjang kehidupanku sebagai 'orang dewasa' ini satu hari dimana aku paling banyak meneteskan air mata. Mungkin kejadian ini tidak akan terulang lagi. Tapi aku bersyukur, karena ternyata aku masih manusia. Hal2 yang terjadi kemaren mungkin berhasil membuka bendungan yang selama ini ditutup. Dan semoga air mata yang dicucurkan dapat menyegarkan kembali jiwaku, hatiku yang sudah membatu.

Terima kasih Tuhan, untuk Paskah 2007 yang penuh dengan tangisan dan airmata ini.

Labels:

Thursday, April 05, 2007

About me: a Thanksgiving

Hidup ini serba tidak menentu. Suatu saat, anda bisa berada di atas, suatu saat anda berada dibawah. Seperti ferris wheel yang berputar. Tetapi kapan ia akan naik, kapan ia akan turun, tidak ada yang tahu.

Terkadang terpikir, apabila segala sesuatu di dalam hidup kita terjadi sesuai dengan 'rencana' kita, alangkah baiknya! Tapi tunggu dulu, apakah itu memang yang terbaik? Tidak pasti!!

Ketika rencana kita gagal, kita bisa mengeluh, kepada nasib, kepada lingkungan, kepada negara, bahkan kepada Tuhan juga. Kita menangis, mengapa yang kita inginkan tidak diberikan dengan gampang, padahal sebenarnya apa yang kita inginkan itu belum tentu yang terbaik buat kita.

Tidak jarang dalam hidup kita, ketika kita melihat kembali, ternyata banyak kegagalan yang kita alami, justru mendatangkan berkat yang lebih lagi bagi kita. Kita cuma bisa tersenyum dan geleng-geleng kepala, membayangkan apa yang akan terjadi, kalau seandainya 'kegagalan' itu tidak terjadi.

Satu hal yang penting sekali, dan terjadi dalam hidupku, adalah bagaimana saya bisa sampai di Singapore. Kalau banyak yang bisa datang karena keluarga mampu, karena pintar, maka saya bisa datang ke Singapore hanya semata-mata anugerah Tuhan.

Keluarga saya di Tg.Pinang, adalah salah satu keluarga yang 'unik', dengan 7 orang anak (6 cowo + 1 cewe), dan semuanya sudah lulus kuliah, terkecuali si bungsu yang masih kuliah sekarang. Buat rata2 keluarga, kalau ada satu anak yang bisa lulus kuliah sudah luar biasa, apalagi 7.

Dari SD, sampai SMA, kalau saya studi, selalu berada dibawah bayang2 saudara2 yang 'perform' di sekolah. Rata2 mereka adalah top student di sekolah, jadi tekanan selalu ada. Di dalam keluarga, kasih dan apresiasi jarang diberikan orang tua, sehingga seolah prestasi menjadi satu2nya penghiburan ataupun security, untuk mendapatkan apresiasi/kasih dari ortu.

Masa SMP, nilai NEM aku sempat menjadi paling tinggi sekabupaten (tidak bisa dibandingkan dengan teman2 dari Jakarta, SMUK2 yang jauh lebih pintar), walaupun masa2 EBTANAS setiap hari saya bermain pool dengan teman2 sekolah. *ini bukan contoh yang baik*.

Prestasi ini tetap dipertahankan di SMA. Prestasi di sekolah, dan hubungan yang baik dengan para guru, membuat saya menjadi sorotan. Saya juga meluangkan waktu untuk memberikan tuition kepada teman2 yang mengalami masalah dalam pelajaran.

Ketika Ebtanas SMA, dua murid saya benar2 angkat tangan untuk pelajaran fisika, dan meminta 'bantuan' saya. Tidak tega melihat mereka gagal, saya menjanjikan akan memberikan selipan jawaban di wc. 30 menit memasuki ujian, saya menyelesaikan 50% pilihan ganda, dan 1 soal essay, dan jawabannya saya salin di dua lembar kertas. Dengan pengaturan yang hati2, dua orang teman saya berhasil mendapatkan lembaran jawaban tsb. Kita tidak pernah ketahuan.

Namun tragedi terjadi, ketika nilai Ebtanas keluar. Nilai Fisika saya merupakan salah satu yang paling rendah di sekolah. 2,30. Hampir semua guru bingung. Kedua teman saya yang mendapat salinan jawaban saya mendapat nilai 5an. Saya kok mendapat nilai 2,30? saya berusaha bertemu dengan kepala sekolah, yang terkenal mata duitan, korupsi. Dan response dia sangat mengejutkan. Dia ga peduli, dan sama sekali tidak mau tau, dan malah sepertinya defensif. Padahal saya cuma minta agar lembaran jawaban saya diperiksa ulang.

Padahal saya adalah salah seorang murid yang pernah mewakili sekolah dalam perlombaan tingkat propinsi. Dalam benak, saya tahu, kepala sekolah ini terkenal 'menjual' nilai demi uang. Siapa lagi yang telah menukar kalau bukan dia?

Di hati kecilku, saya belum begitu membenci 'korup'nya indo waktu itu. Setelah kejadian itu, saya begitu benci, sampai tidak mau tinggal di indo lagi. Saya sebel, marah, dengan ketidakadilan yang saya alami, dan akan tidak adanya bantuan untuk saya sama sekali. Dalam amarah, saya datang ke singapore.

Saya tinggal di rumah sodara. Mereka dulu juga orang Tg Pinang, tetapi karena sejak kecil sekolah di SG, sekarang sudah jadi orang sg. Attitudenya juga serba SG, dan menganggap remeh saya sebagai seorang lulusan SMA indo. Hal ini membuat saya ga senang, karena saya percaya standar saya tidak kalah jauh dengan mereka.

Mereka menasehatiku untuk mengambil kursus bahasa inggris dulu, terus ambil ujian O level (Ebtanas SMP equivalent). Terus masuk politeknik, baru masuk uni. Berarti saya turun 4 tahun minimal. Seorang tamatan SMA belajar untuk mengambil ijazah yang setara dengan SMP? Emang separah itukah standar pendidikan indo?

Karena melihat itu satu2nya jalan keluar, maka saya mengambil O level. Nilai nya ok, tetapi tidak terlalu bagus. Dengan nilai tersebut, tahun 1997 saya mendaftar ke 4 politeknik yang ada. Itu bulan Maret awal.

Di pertengahan maret, saya lihat, bahwa NTU dan NUS juga membuka pendaftaran buat siswa yang sudah mendapat ijazah A level. Dalam hati saya berpikir, kan ijazah SMAku itu juga setara dengan A level, kenapa gak dicoba? Nem saya yang fisika itu 2,30, jadi saya mendaftar pakai STTB aja yang fisikanya 5, sedangkan nilai yg lainnya 9. Kan lumayan.

Relasi saya mencemooh saya. Taraf pendidikan di indonesia itu parah, katanya. Kamu ga mungkin bisa masuk. Buang2 uang saja, katanya. Menurutku sih, uang 25 dolar untuk mencoba, kenapa tidak? kan siapa tau. Kenapa melarang aku mencoba? Masuk ga masuk kan urusanku.

Saya diterima di Temasek Politeknik, dan Singapore Politeknik, di bulan April. Saya memilih Singapore Poly. Dan sudah membayar uang sekolah, etc. Dalam hati saya masih berharap untuk bisa diterima di uni, walaupun memang kenyataannya NTU/NUS saat itu tidak menerima student dari Indonesia, terkecuali peraih beasiswa.

Bulan Mei, saya menerima surat dari NTU. Saya diterima. Relasi saya bengong. Mana mungkin! katanya. standar indonesia, loe pasti bakal KO di sana. Mereka mencoba membujuk aku untuk masuk Poly aja dulu. Setelah lulus baru masuk NTU. Katanya itu akan lebih baik buat aku. Dalam hati aku tau, mereka cuma iri, karena aku bisa masuk NTU langsung. Mereka perlu menyekolahkan anaknya susah payah dari SD - Uni, itu biayanya sangat besar. Sekarang anak ini tau2 bisa masuk, tentu suatu 'blow' terhadap mereka.

Saya pun membatalkan studi di SP, dengan alasan yang unik -> karena diterima di NTU, mungkin tidak ada orang kedua yang mengalami hal yang sama dengan aku. Pendaftaran di NTU, pengurusan loan, pengurusan asrama, semuanya berjalan dengan lancar. Bulan Juli, saya pindah ke dalam asrama NTU, hall 11 tercinta.

Setahun pertama di NTU, prestasi saya di sekolah lumayan. Tidak 'ngos-ngos'an seperti prediksi relasi saya. Memang bulan pertama agak susah menangkap pelajaran yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Tetapi nilai saya adalah top 10% murid terbaik, bahkan lebih baik dari sebagian scholar yang ada waktu itu.

Saya harus mengatakan bahwa masuknya saya ke NTU adalah anugerah. Karena selain saya, tidak ada satupun orang indo yang berhasil masuk dengan ijazah indo langsung ke NTU. Yang ada hanya sekitar 20 scholar yang mendapat beasiswa dari seluruh indonesia. Selain itu ada lagi seorang dari Tg Batu yang masuk dengan NEM yang bagus. Saya satu2nya yang mendaftar dengan STTB.

Setahun berlalu, NTU Registrar office menelpon saya. "Suhandy, we realized that we have not received your NEM yet, can you submit to us ASAP?". Dalam hati saya berpikir:"gawat, jangan-jangan saya akan dikeluarkan.". Ketika saya menghadap dengan NEM fisika 2,30, registrar tersebut melihat dengan mata membelalak. "Your Physics is only 2,3?" saya cuma mengatakan, in Indonesia, a lot of things can happen to change a person's score. Mine is one of them. But that is not important. The important thing is that you should realize that now my school result is within the top 10%. That should prove that I am capable to study in this course, and that my NEM was wrongfully marked. Saya keluar dari ruangan interview tanpa penalti, walaupun hati tetap deg-degan.

Ada banyak hal yang harus disyukuri dalam masa studi di NTU. Selain fasilitas uninya memang lebih baik dibanding dengan uni2 di indo, jauh dari diskriminasi orang pribumi, ataupun orang kota terhadap kami (orang pulau). yaitu saya kembali mengenal Kristus.

Saya dikenalkan kepada persekutuan kampus CF, dan diajak ikut ke Cell/Care group di hall 11. Di situ, teman2 SG mengajak ke gereja. Di situ juga, saya mengenal apa yang disebut pelayanan, terutama dalam pelayanan di Music Ministry. Saya belajar paduan suara, dan musical di situ. Dan benar2 suatu pengalaman yang menjadi dasar dari pelayanan saya selanjutnya.

Masa2 di NTU, juga adalah masa2 perintisan pelayanan NTU ISCF, persekutuan kristen untuk orang indo yang pertama di SG, bersama dengan Andreas dan teman2. Saya diberikan kesempatan melayani di dalam kepengurusan yang pertama. ISCF saat ini sudah ada di hampir seluruh kampus di singapore.

Masa2 itu juga, saya mulai ke GPBB (1998) dan dibaptis di bulan November. Memulai resume pelayanan dari paduan suara, perintisan komisi pemuda, hingga menjadi anggota BP dan Majelis.

Kalau dilihat kembali, kepahitan, kepedihan, terhadap Indonesia, ketika mendapat nilai NEM jelek, memang nyata. Tetapi tanpa itu, mungkin saya tidak akan ke SG. Saya mungkin akan masuk UI atau ITB, dan saya melihat banyak teman2 saya yang concernnya cuma studi dan studi. Mungkin saya tidak akan sempat mengikuti persekutuan kampus sama sekali.

Melihat sekarang, pelayanan yang saya punya, teman2 tercinta di GPBB tercinta, yang benar2 sudah menjadi rumah kedua bagiku. Saya harus senantiasa bersyukur atas apa yang sudah Tuhan berikan. Teman2ku, tanpa bantuan kalian, tidak akan ada Suhandy di hari ini. Terima kasih atas pertolongan kalian, karena selalu ada di sisiku.

Apabila disuruh memilih kembali jalan hidupku, aku akan tetap memilih jalan yang sama ini. Seperti film 'Be With You' di blog sebelum ini, saya tidak akan menukarkan hidup ini dengan skenario yang lain, karena saya ingin hidup bersama dengan Tuhan, bersama dengan teman2ku yang kukasihi ini semua.

Tuhan memberkati

Labels:

Tuesday, April 03, 2007

依依不舍

张信哲 - 依依不舍 reluctant to part (from someone)
专辑:等待


我答应你 再也不会 打搅你的生活
I promise you, from this day on, I shall not bother you
我答应你 再也不会 为你多喝一杯酒
I promise you, I shall not drink another wine because of you
我答应你 从今以后 我们都还是好朋友
I promise you, now and ever, we will always be common friends
你怎么说 我怎么做 这样子够不够
whatever you say, I will obey, we will always be friends...

你看不到 我的双手 在痛苦地颤抖
You cannot see, these hands of mine, are trembling in fear
你听不到 我的内心 碎得我都不敢碰
You cannot feel, my shattered heart, broken down in million piece(s)
你想不到 我的沉默 压抑着多少话要说
You cannot tell, how my silence, hidden a thousand words to say
爱不能有 泪不能流 你教我这种日子怎么过
Love that can't be, tears that can't drop, somebody please tell me how life goes on...

舍不得你
come back to me (real meaning should be: cant give up you)
所以才会骗了你也骗自己
that's why I have deceived you, and deceived me
其实我也知道只是我 没勇气面对问题
Though I know that it is I who chose to dwell in miseries
舍不得你
come back to me
虽然明知我的爱你不珍惜
though I clearly understood, you don't love me...
有些事情谁都说不出原因
These things called love, happens without reasoning

Lagu ini adalah lagu dari Jeff Chang, dari album:"Waiting", sekitar 15 tahun yang lalu. Judul lagunya adalah "Yi Yi Bu She", yang tidak bisa diterjemahin langsung ke dalam bahasa indo ataupun inggris. Yi Yi Bu She adalah suatu idiom, yang artinya ketika kita mau ditinggalkan oleh seseorang, tetapi kita tidak pengen orang itu pergi, namun orang itu tetap harus pergi. Terjemahan bahasa inggris: Reluctant to let go, mungkin mendekati, tetapi tetap tidak bisa mencakup emotional loss yang terkandung dalam idiom chinese tersebut.

Kenapa lagu ini? hmm... berapa hari ini memang mood saya seperti lagu ini. Kalau boleh dibilang, 90% dari apa yang aku alami tertuang dalam teks lagu yang sudah lama ini. Dulu lagu ini sempat menjadi lagu favoritku. Ternyata dinyanyikan setelah mengalami apa yang terjadi di dalam lagu sungguh suatu pengalaman yang 'luar biasa'.

Dalam buku 'Conquering Insecurity' yang sedang aku baca, ada bagian yang menceritakan bahwa terkadang manusia menjadi kurang 'secure' karena kita merasa diri kita 'rendah', 'minder'. Personal Devaluation, karena sesuatu yang terjadi menimpa kita, misalnya patah hati, kehilangan pekerjaan, etc, terkadang membuat kita melihat diri kita sendiri lebih rendah dari seharusnya. Kita jadi merasa, kenapa orang ini ga suka sama kita, karena kita jelek, karena ini, karena itu... suara iblis mulai berbisik dan kita terkadang terjebak ke dalamnya.

Manusia adalah manusia yang emosional, jadi terkadang memang mudah dipermainkan oleh iblis secara emosional. Ibu Theresa pernah mengatakan, bahwa kelaparan yang paling banyak dialami oleh semua orang, bukan kelaparan akan makanan, tetapi kelaparan akan kasih sayang, atau cinta, atau acceptance. Mungkin hal inilah yang saya rasakan, karena ditolak, maka merasa 'unwanted', 'unloved', dan mulailah 'personal devaluation'.

Dalam film "The Wild" yang saya tonton hari sabtu yang lalu, ada kutipan menarik. Kita adalah singa, bukan karena kita bisa mengaum atau tidak, bukan karena kita ada di hutan rimba, atau di sirkus atau kebun binatang. Kita adalah singa, hanya karena memang kita adalah singa. Itu identitas seekor singa. Terlepas dari apa yang dia rasakan, terlepas dari apa yang orang lain katakan, itu tidak bisa mengubah identitas bahwa dia adalah seekor singa.

Kita sebagai orang kristen, apakah kita juga menyadari akan status atau identitas kita masing2? Mungkin pada saat senang, sukses, kita bisa ingat akan status tersebut. Tetapi pada saat down, patah hati, rejected, hilang kerjaan, apakah kita masih sadar kalau kita tetap adalah anak Allah? Apakah kita mau membiarkan si 'jahat' membohongi kita, dan membuat kita makin merasa minder?

Semoga blog ini bisa menjadi penguatan bagi saya (yg masih merasa sedih) dan juga buat orang2 yang membaca.

Labels: ,

Tuesday, March 13, 2007

Pride.. and prejudice...

Apa itu pride? apa itu prejudice?

Pernahkah anda merasa kalau anda di'sepele'kan? Apa yang anda rasakan, seandainya anda adalah professional di suatu bidang, tetapi dichallenge oleh seorang yang sok tau, tetapi sebenarnya tidak tau apa2nya, dan orang itu berlagak lebih tau dari anda tentang bidang itu?

Ada pengalaman yang saya dengar dari seseorang. Dia adalah mahasiswa sekolah musik. Lagi pelayanan di satu gereja. Di gereja itu, dia melayani menjadi pemimpin pujian. Ada jemaat gereja itu yang ga berpendidikan musik, tetapi bisa nyanyi secara alamiah, pengalaman sudah lumayan, merasa perlu mengajar mahasiswa sekolah musik ini bernyanyi. Nah loh. Dari segi tehnik, mahasiswa ini sudah lebih tau dari jemaat ini. Dari segi membaca not, interpretasi lagu, jelas mahasiswa ini lebih pintar. Atas dasar apa jemaat ini meminta untuk 'mengajarkan' lagu kepada mahasiswa ini?

Apakah jemaat ini ga bercermin dulu? apakah dia layak? atau memang dia merasa lebih pintar dari mahasiswa tersebut? Bagaimana pula perasaan mahasiswa tersebut? Apakah dia merasakan ini sebagai bantuan, atau sebagai penghinaan terhadap dia dan sekaligus sekolah musiknya?

Dalam kehidupan sehari2, apakah hal serupa sering terjadi? Cerita di atas adalah cerita nyata. Saya merasa jemaat ini kurang respect kepada mahasiswa tersebut. Saya sendiri juga mengalami hal yang sama.

Sebagai orang yang gemar baca buku, pengetahuan umum yang saya ketahui itu lumayan luas. Tetapi seringkali yg saya kemukakan itu malah dianggap sebagai 'sampah' ketika saya sampaikan. Tidak jarang saya merasa sakit hati, ketika apa yang saya tau benar, ternyata dikalahkan oleh argumen seseorang yang hanya lebih pintar bicara, tetapi salah. Akibatnya? yah saya jadi sering emosi, naik darah ketika berargumentasi, hingga akhir2 ini, saya malah mengambil posisi diam, tidak mau kasih pendapat apa2 lagi. Toh, kalau kasih pendapat pasti akan dichallenge, atau nanti bikin diri sendiri jadi emosi, yah yang rugi kan diri sendiri.

Saya malah sekarang ini malah merasa ada orang2 tertentu yang prejudice terhadap saya (berarti saya sudah prejudice terhadap orang tsb). Pride saya, membuat saya 'membenci' orang2 tersebut. Saya cuma bisa berdoa, semoga setelah luka2 lama ini sembuh, saya bisa lebih open lagi terhadap orang2 tersebut. Toh, ketika saya tau sesuatu itu salah, dan tidak berusaha membenarkan, saya tetap berdosa kan? Tapi it takes time. Karena kondisi saya sekarang memang sangat down. Banyak orang yang saya rasakan tidak respect saya sama sekali. Suatu hari nanti saya akan sembuh.

Tuhan bantu aku untuk bisa mengampuni orang2 tersebut. Bantu aku untuk bisa melihat orang2 tersebut dengan mataMu.

Fill my eyes oh my God
with the vision of the Cross
Fill my heart with love for Jesus.. the Nazarene
Fill my mouth with Thy praise
Let me sing through endless days
take my will, let my life... be wholly Thine

Labels:

Thursday, March 08, 2007

giving and receiving...

我们之间 伍思凯

付出多少 是不是就要拿回多少
在感情的世界里
多少算多 多少算少

我对你好 是不是要你也对我好
在感情的天平上
什么算好 什么算不好

我们一路跟时间赛跑
我们一直和未来计较
跟往事的是是非非
对对错错 苦苦煎熬

哪一天我们才能清楚知道
我们曾在同一个地方停靠
将往事的是是非非 对对错错
抛在脑后 都抛在脑后

付出多少 是不是就要拿回多少
在感情的世界里
多少算多 多少算少
我对你好 是不是要你也对我好
在感情的天平上
什么算好 什么算不好

我们一路跟时间赛跑
我们一直和未来计较
跟往事的是是非非
对对错错 苦苦煎熬

哪一天我们才能清楚知道
世上的事总是难以预料
将往事的是是非非 对对错错
抛在脑后 都抛在脑后

Lagu ini ciptaan 伍思凯,Sky Wu, penyanyi Taiwan. Lagu ini termasuk lagu tua, karena berada di dalam album tahun 1970. Tetapi makna lagu ini lumayan dalam, dan permainan gitar yg mengiringi lagu ini juga sangat lembut dan menyentuh.

Lagu ini mengatakan: dalam dunia cinta, apakah jumlah kasih yang sudah kita berikan, harus mendapatkan balasan yang seimbang juga. Apakah kalau kita sudah berbuat baik kepada seseorang, maka kita layak mendapatkan perlakuan baik sebagai balasannya? Dalam perjalanan hidup mengejar waktu, mengejar masa depan, apakah kita terlalu mempersalahkan masa lalu yang sudah lampau? Kapankah kita baru bisa berhenti mengejar, dan tidak membiarkan masa lalu menghantui kita? menyadari bahwa selama ini ada seseorang yang selalu bersama dengan kita?

Hidup ini tidak gampang. Kapankah kita harus memberi, dan kapankah kita harus menerima? Waktu natal, baik di Supermarket, ataupun di gereja, banyak ditekankan tentang 'the joy of giving'. Apakah memberi pasti akan mendatangkan sukacita?

Sebenarnya memberi sesuatu itu tidak semestinya mendatangkan sukacita. Contoh: kalau kita memberikan perhatian extra kepada seseorang. Tetapi orang itu ternyata belum siap untuk kita, atau merasa kita tidak cocok, lalu menolak kita. Perasaan itu bagaikan Vas bunga yang jatuh pecah, atau bagaikan Ocarinaku yang pecah minggu lalu.

Atau, ada yang merasa penolakan suatu pemberian itu adalah suatu penghinaan. Di suku2 pedalaman tertentu, apabila pemberian ditolak, itu adalah penghinaan yang sangat tinggi, sehingga orang yang dihina itu bisa begitu marah sampai bisa membunuh sang penolak.

Di lain pihak, apakah menerima itu hanya semata2 demi keuntungan/kebaikan atau kerakusan kita sendiri? Dengan menerima suatu pemberian, sebenarnya kita justru memberikan sesuatu kepada si pemberi, yaitu "acceptance". Acceptance, kata ini susah dilukiskan dalam bahasa indonesia, mungkin kata "penerimaan" yang paling cocok. Dengan menerima, kita memberikan "penerimaan" kepada pemberi.

Mungkin buat banyak orang, ini kedengarannya sangat lucu. Tetapi bagi saya, acceptance ini penting sekali. Ketika saya melayani, saya selalu mempertanyakan apakah saya 'diterima'. Ketika saya berada dalam diskusi, apakah komentar saya 'diterima'. Ketika saya mau memberikan bantuan kepada seseorang, apakah bantuan itu 'diterima'. Bila tidak diterima, atau terkesan tidak diterima, maka dalam hati terasa sepertinya sangat sakit. Mungkin ini karena karakter saya yang haus 'penghargaan'. Mungkin ini juga dikarenakan latar belakang keluarga.

Kesimpulannya.... Kalau memberi, berilah dengana ikhlas, jangan mendampakan balasan, jangan terlalu bersedih sekalipun pemberianmu ditolak, karena yang kamu berikan itu belum tentu bagus/baik untuk orang tersebut. Kalau diberi, sedapat mungkin terimalah pemberian tersebut, karena dengan menerima, anda telah memberikan sesuatu yang lebih berharga, tetapi kalau seandainya memang tidak bisa menerima, berilah penjelasan, supaya tidak menyinggung perasaan si pemberi.

Labels: ,

Wednesday, March 07, 2007

Ocarina.... and friendship

Sebenarnya... apa itu sih Ocarina? Kebanyakan orang gak tau, atau bahkan ga pernah dengar kata ini. Ocarina adalah sebuah alat musik tiup, yang konon sudah berusia lebih dari 12000 tahun tuanya. Suara yang dikeluarkan itu sangat melancholy. Dalam klasifikasi alat musik, dikategorikan dalam kelompok vessel flute.

Belum lama ini kan ke Taipei, di sana sempat ketemu toko yang jualan Ocarina. Setelah tawar2, akhirnya jadi beli, satu ocarina seharga kurang lebih 50SGD. Gak terlalu murah, tapi enaknya Ocarina jauh lebih gampang dibawa kemana2, dibanding dengan seruling yang panjang.

Awalnya masih ga gitu ngerti cara main, tapi lama2 suka juga. Memang range nadanya ga gitu gede, cuma dari nada 6 rendah hingga 4 tinggi. Kurang dari 2 oktaf. Tetapi lagu yang bisa dimainkan sudah lumayan banyak.

Sedihnya, pada saat udah kira2 bisa memainkan dengan baik, hari minggu yang lalu, Ocarina ini jatuh dan pecah. hiks... Saya lupa kalau Ocarina ini adalah dari keramik, jatuh yah pecah.

Somehow, ketika ocarina ini pecah, saya sangat merasa kehilangan. Seperti ada seorang teman dekat, yang tiba2 dirasakan bisa menjadi soul mate, tetapi karena saya sendiri yang ga bisa handle dengan baik/hati-hati, dia jatuh dan pecah. Gak bisa kembali ke dulu lagi.

Mungkin ini merupakan perenungan bagi saya, atas hubungan2 persahabatan yang ada dulu. Dan juga menjadi peringatan untuk persahabatan yang akan datang. Friends, they can comfort you when you are in need, but if you don't handle with care, they may just go... forever..

Ocarinaku telah hilang, teman2ku apakah mereka masih ada? ocarina hilang, bisa beli yang baru, tetapi apakah teman2 yang hilang bisa dicari kembali?

Labels:

Thursday, February 22, 2007

Communication Breakdown

Belakangan ini jadi ga bisa blog secara rutin
mungkin juga karena cape

Tapi lebih banyak karena cape secara emosional

Liburan ke Taiwan memang menyenangkan, dengan segala pemandangan alam, cuaca, orang2 di sana dan service attitude yang baik. Akan tetapi sepanjang liburan, ternyata masalah lama yang ada dalam keluarga timbul kembali, yakni gangguan dalam berkomunikasi aka Communication Breakdown.

Terkadang ada hal2 yang tidak bisa disampaikan oleh satu pihak dengan baik, ataupun sudah disampaikan dengan baik, tetapi salah diinterpretasikan. Mungkin karena karakter yang hampir sama, dan ingin dibenarkan membuat komunikasi semakin susah. Kadang kala, memang lebih baik diam daripada bicara, karena kalo bicara pasti akan mendatangkan opini yang kurang menyenangkan hati. Dan aku adalah orang yang lumayan sensitif/mudah tersinggung, jadi lebih parah akibatnya.

Masalah dengan keluarga, lambat laun akan menghilang. Bagaimana juga, masih keluarga sendiri. Semoga dengan semakin bertambahnya usia, maka akan semakin bertambah pengertian dan kasih atas satu sama lain.

Labels:

Wednesday, January 17, 2007

House Cleaning is hazardous

Rabu, 17 Januari 2007. Sedikit batuk, pilek, karena sinusitis..

Bersih2 rumah itu berbahaya. Coba bayangkan saja: debu2 yang sudah menetap, diganggu, sarang laba2 yang sudah ngumpul, dihancurin... akibatnya? rumah bersih.... tapi... karena kebanyakan debu jadi infeksi deh hidung gue...

Bersih2 rumah itu berbahaya, kalo rumah hanya dibersihkan 3 tahun sekali. Tetapi seandainya rumah itu disapu setiap hari, dipel setiap minggu, maka semua bahaya itu akan hilang. Buat cewe2 ini juga bisa jadi olahraga untuk menguruskan badan.... buat cowo yang complain kerjaan kantor membuat perut tambah gede, jangan2 jarang bersih2 rumah :)

sehari, dua hari rumah ga disapu ga keliatan. Lama2 debu makin tebal, tetapi karena kita sudah terbiasa, jadi dicuekin juga....

Demikian juga halnya dengan kondisi hati manusia? Apakah ada kotoran yang nyangkut di dalam hatiku? apakah aku sudah berserah sepenuhnya untuk 'dibersihkan' Tuhan? apakah aku membiarkan si jahat membuat sarang laba2 di dalam hatiku? Ketika satu tabiat buruk atau dosa timbul, itu bagaikan tinta merah di kertas yang putih. Jelas dan gampang kelihatan. Tetapi kalau itu dibiarkan dan berkembang, lama2 tidak bisa lagi dibedakan... karena seluruh kertas itu sudah penuh dengan tinta merah...

Tuhan, Engkau mengenalku lebih dari aku mengenal diriku
Ampunilah aku dari segala dosaku
dan sucikanlah, bersihkanlah aku, agar aku layak dipanggil sebagai hambaMu

Labels: ,

Wednesday, January 03, 2007

Communication .... is the only way?

3rd Jan - first working day in year 2007

Cape? hmm... hari kerja di tahun baru setelah libur 4 hari... emang sepertinya cape
kerjaan sudah menunggu nih... harus diselesaikan dengan baik....
bagaimana dengan teman2 yang lain?

Baca koran di sepanjang MRT...
Adam Air ada satu pesawat jatuh di Sulawesi, 102 orang penumpang hilang.
hmm... semoga gak bikin mood kerja jadi jelek...

Hari ini berhasil fix satu problem buat client. :) senang.. jadi merasa berguna kembali...
at least, tidak merasa hanya menghabiskan listrik di kantor saja :)

Sempat merenung tentang Relationship:

Relationship... there is no hard and fast rule for relationship...
but I believe, it is good to build a strong foundation for any kind of relationship...
it takes time to have a strong foundation, and you need to communicate...
communication ... is not one-sided, but bi-directional... involving give and take...
communication ... it is not going out to dinner, movie, bowling ... having activities together...
but you got to involve your mind and heart, to get to know each other more...
communication ... cannot be forced, it has to flow naturally...

so, when you don't have a good relationship, probably its because you don't communicate or you don't know how to communicate...
suddenly I feel that all my relationships are shallow? or is it just the current state of mind?

Labels: ,

Thursday, December 28, 2006

About Me


Halo....

Salam kenal, buat yang belum kenal... nama saya Suhandy...
Ini pertama kali bikin posting di sini tujuannya untuk:
1. Mengingat kembali masa2 lalu yang penting
2. Mencatat kejadian2 yang berarti yang terjadi sekarang

Jadi mohon maaf yah, kalau seandainya posting2 saya bisa jadi ga Kronologis...

Saya ini orangnya kadang kalau lagi melancholis, jadi sering mikirin hal2 yang negatif. Dengan adanya blog ini, diharap ketika mood saya lagi down, saya bisa mengingat hal2 positif yang pernah terjadi di dalam hidup saya, bagaimana Tuhan telah menyertai saya senantiasa.

Saya adalah seorang WNI keturunan Cina, asal dari Tanjung Pinang, pulau Bintan, Kepulauan Riau. Lahir sebagai anak ke-5 dari 7 bersaudara, dimana hanya anak ke-7 yang cewe.

Sejak kecil sampai SMA saya sekolah di Tanjung Pinang (TK Hang Tuah 1, SD Katolik Tunas Karya, SMP Negeri 2, SMA Negeri 1), dan baru setelah lulus tahun 1996, saya pindah ke Singapura untuk melanjutkan studi saya di NTU (1997-2001)

Saya lahir sebagai seorang Buddhist, atau tepatnya Kong Hu Cu. Namun berhubung sejak SD saya belajar agama Katolik, dan tidak mendapat sentuhan sedikitpun tentang Buddhism, maka ketika masuk SMP saya memilih pelajaran Agama->Katolik. Kelas 2, karena beberapa teman mengajak (Toni, Joni dan Jimmy bersaudara), maka saya pun switch ke Kristen, dan di situ saya pertama kali menerima Kristus.

Gereja saya yg pertama adalah GKBK (Gereja Kristen Baithani Kahal), setelah berapa tahun karena merasa kurang cocok, saya kemudian pindah ke GPdI (Gereja Pantekosta di Indonesia) dan mulai giat melayani di sana. Saya terlibat dalam pelayanan kaum muda, paduan suara, persekutuan doa wilayah, dll, dan suatu ketika saya mendapatkan role memainkan peran Yesus di Paskah, mungkin tahun 1992. Ada satu masa vacum dalam kekristenan saya menjelang SMA, yang saya sudah tidak ingat lagi kenapa. Mungkin karena tidak cocok dengan ajaran pendeta di GPdI, saya tidak lagi ke gereja.

Kehidupan Kristen saya kembali bertumbuh setelah saya ke SG. Saudara sepupu saya Erni pernah mengajak saya ke gerejanya BBTC (Bethesda Bedok Tampines Church), sebuah gereja Karismatik. Namun yang mengembalikan saya kepada Tuhan adalah masa2 di NTU. Dimana saya dikenalkan dengan CF dan mulai rajin mengikuti CG.

Tahun kedua-ketiga di NTU, saya terlibat di NTU CF-Music Ministry, yang merupakan titik penting dalam kehidupan kekristenan saya. Saya mempelajari tentang pelayanan, dan mulai terlibat dalam misi, dan bahkan bertekad untuk ikut serta dalam MEET. Di masa yang sama pula, ISCF NTU berdiri dan saya terlibat sebagai salah satu pengurus awalnya.

Setelah tamat dari NTU, saya mulai rajin ke GPBB (dan juga MRII). Saya sudah terlibat dalam paduan suara GPBB sejak tahun 1998, bersama dengan roommate saya DM. Saya pun terlibat dalam kepengurusan awal Komisi Pemuda GPBB. Dan setelah 2 tahun menjadi pengurus KP, saya kemudian dihubungi oleh Pak Theo (pdt kita waktu itu) untuk mendoakan menjadi Majelis, yang akhirnya saya pegang hingga saat ini (2003-2008).

Ada beberapa hal kecil belum sempat saya bicarakan dalam introduksi awal ini, tapi biarlah kita jangan terlalu tergesa2 atau perfektionist. Yang penting adalah getting started - baby steps, one step at a time - daripada terlalu direncanakan ntar blognya ga jadi2 hehe...

Semoga melalui blog ini, teman2 yang membaca dapat terinspirasi dan mendapat berkat.

Tuhan memberkati,
Suhandy

Labels:

 

Free Blog Counter