Simply Suhandy

Tuesday, May 29, 2007

My 29th Birthday

Apakah yang paling diinginkan seseorang di hari ulang tahunnya? Setiap orang mempunyai keinginan yang berbeda. Mungkin ada yang mendambakan hadiah berupa suatu benda atau hal yang sudah lama dirindukan, ada yang mungkin menginginkan suatu liburan yang panjang, ada yang menginginkan waktu spesial bersama dengan orang yang dikasihinya, atau mungkin ada yang hanya ingin memperoleh pengampunan atau acceptance saja.



Tetapi hadiah apakah yang paling aku inginkan?

Tahun lalu, saya ingin memulihkan hubungan dengan seorang teman. Puji Tuhan, saya mendapat kesempatan mengajaknya makan bersama di Tony Romas, dan di situ kita saling memaafkan dan menjadi teman kembali. Menurutku, itu satu hadiah yang sangat berharga. Di dalamnya terkandung forgiveness dan acceptance :)

Ketika ada yang menanyakan, saya mengatakan, saya ingin hadiah ulang tahun yang bisa dikenang, tetapi jangan buku (karena sudah punya terlalu banyak buku dan banyak yang belum sempat dibaca). Selama hidup ini, mungkin harta paling berharga yang saya miliki adalah persahabatan dengan teman-teman. Kalau suatu hari nanti teman-teman sudah pergi, maka biarlah kenangan indah tentang dia dapat terus diingat.


Saya tidak pernah benar-benar menginginkan sesuatu tahun ini. Tetapi bersyukur sekali, teman-teman telah memberikan satu kotak penuh dengan ucapan selamat dari teman-teman di gereja. Selain itu, saya juga mendapatkan satu tie pin, satu botol wine, dan satu voice recorder. Thanks yah teman-teman.


Satu perkataan dalam bahasa mandarin "Ren Sheng De Yi Zhi Ji, Si Er Wu Yuan", artinya dalam hidup ini, kalau kita mempunyai satu orang sahabat saja, maka mati pun sudah tidak ada keluhan. Terima kasih Tuhan, yang telah memberikan kalian semua sebagai teman-temanku. Semoga Tuhan memberkati persahabatan kita senantiasa.

Labels:

Saturday, May 12, 2007

Kebenaran, haruskah diperjuangkan?

Kebenaran dalam informasi di internet

Hampir semua pengguna internet mempunyai email account. Dari email itu, kita bisa berbagi informasi dengan orang lain. Tentu saja informasi yang dibagikan, ada yang benar, ada yang tidak benar.

Contoh, sekarang ini banyak sekali chain mail yang beredar, di dalamnya berisi informasi palsu yang kedengarannya benar. Ada banyak hal yang dibikin sedemikian rupa, sehingga kelihatannya seperti kebenaran, antara lain, tentang NASA yang menemukan adanya satu hari yang hilang, untuk mengkonfirmasikan hilangnya satu hari yang tercatat di dalam alkitab. Dengan mengutip nama beberapa authority, atau menggunakan beberapa kata ilmiah, seringkali berita-berita palsu itu dianggap menjadi kebenaran dan disirkulasikan.

Sekalipun kita bukanlah orang yang pertama merekayasa cerita palsu tersebut, tetapi dengan turut menyebarkan berita palsu tersebut, tanpa menyelidiki terlebih dahulu kebenarannya, kita sudah bersalah. Perlu ada kesadaran untuk menguji informasi informasi yang didapat di internet, sebelum turut menyebarkan fitnah/gossip internet.

Tentu saja, ketika teman kita membagikan berita yang tidak benar itu, itu hanya semata semangat ingin 'berbagi' sesuatu yang dianggap baik. Motivasi itu adalah baik. Karena itu dalam memberitahukan kebenaran kepada yang bersangkutan, harus dilakukan dengan penuh kasih. Jangan menuduh. Pengalaman dulu waktu lagi kuliah di NTU, ketika saya menegur teman saya dengan sedikit keras, bukan hanya tidak membangun, malah meruntuhkan hubungan dengan teman saya.


Kebenaran dalam menyanyikan lagu pujian

Memuji Tuhan adalah bagian yang dalam kehidupan setiap orang kristen. Memuji Tuhan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang melalui doa. Ada yang melalui lagu pujian. Ada yang melalui perbuatan lainnya juga.

Setiap composer dari zaman dulu sampai zaman sekarang, bergumul berat untuk menciptakan lagu yang bisa kita pakai untuk memuji Tuhan. Bagaimana mereka menempatkan note lagu dan kata-kata, mempunyai maksud mereka tersendiri. Kita bersyukur, bahwa kita mempunyai banyak lagu yang bisa kita pakai untuk memuji Tuhan, karena itu, kita harus berusaha sebisa menyanyikan lagu tersebut, sesuai dengan tujuan yang diinginkan oleh composer.

Salah satu lagu yang kerap kali salah dinyanyikan adalah lagu "Bukan karna kebaikanmu" yang diciptakan oleh ibu Rahmiati. Lagu yang diciptakan dengan pola nada yg begitu dinamis, triplet2 yang membantu penghayatan ke arti kata lagu, seringkali dihilangkan, dan dijadikan menjadi lagu2 dengan quiver dan semi quiver yang serba monoton.

Apakah saya harus menegur orang itu secara langsung, bahwa dia salah nyanyi? atau haruskah saya membiarkan kesalahan dia berlangsung, dan makin menyebar (seperti email di atas)?.

Banyak orang yang tidak menganggap penting akan hal ini. Haruskah hal ini diperdebatkan? Harusnya kebenaran ini diperjuangkan?

Labels:

Sunday, May 06, 2007

Applied Christianity: Personal Holiness

Persekutuan Pemuda hari ini membahas tentang Personal Holiness.

Personal Holiness, atau kekudusan pribadi, adalah suatu pergumulan dari hampir setiap orang Kristen, dan saya rasa terutama buat saya sendiri topik ini sangat berarti.

Dunia yang kita mukimi sekarang, adalah dunia yang jauh dari sempurna. Tingkat perceraian yang tinggi, kriminalitas yang menanjak, penyakit yang makin berkembang, semuanya mengindikasikan akan kebenaran hal tersebut. Pengaruh media massa, pesatnya kemajuan internet, saluran TV dengan berbagai acara yang sifatnya commercial atau duniawi, tidak sedikit mempengaruhi kehidupan manusia, dan tidak terkecuali orang Kristen.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang kudus, dan Dia menuntut kita umat pilihannya untuk kudus, sebagaimana Dia dulu meminta bangsa Israel untuk Kudus. Kuduslah kamu sebab Aku kudus! Kenapa kita harus kudus? karena Tuhan mengatakan hanya orang kudus yang bisa masuk ke surga.

Kata kudus, artinya dipisahkan, to be set apart. Ketika Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, Dia menguduskan hari Sabat. Ketika manusia memenuhi bumi, Dia memilih bangsa Israel dari segala bangsa untuk menjadi umat pilihannya. Di tengah bangsa Israel, Dia memilih suku Lewi, untuk melakukan tugas kudus melayani Dia. Dalam konteks jaman sekarang, orang Kristen seperti kita juga Dia panggil untuk melayani Dia, dan sebagian mungkin terpanggil untuk melayani Dia secara full time. Kita harus menguduskan diri, agar layak dipakai untuk melayani Dia dalam pekerjaannya.

Tetapi bagaimana kita bisa menjaga diri agar kita tetap kudus? Bagaimana kita bisa bertahan di tengah dunia yang sudah jatuh, dan penuh dengan segala godaan yang menjerat, mengikat kita? bagaimana kita bisa mencegah agar kita tidak terseret, terpikat, dan akhirnya membuahkan dosa, yang upahnya adalah maut?

Kita tidak bisa melawan dengan kekuatan sendiri, tetapi bersama Tuhan, kita bisa melakukan semua itu. Kita harus mengambil langkah pertama, menyingkirkan barang2 yang mempunyai kemampuan menjatuhkan kita, seperti film2 yang didownload, atau majalah2 yang penuh dengan gambar2 yang menggoda. Hati dan pikiran kita juga harus dipenuhi dengan hal2 yang positif dan berguna. Kita harus berusaha untuk mengejar kekudusan, karena kekudusan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi merupakan usaha keras dari kita sendiri yang mau bersandar sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan.

Kejarlah kekudusan, isilah hidupmu dengan hal-hal yang berguna.

Labels:

Workshop Menulis di GPBB

Hari ini diadakan workshop menulis di GPBB. Workshop ini diadakan oleh KP dan dibawakan oleh pak Ayub, gembala gereja, yang sudah banyak menulis dan mencetak buku.

Pelajaran pertama yang dibawakan adalah bagaimana mendobrak mental barrier dari setiap peserta, bahwa menulis itu susah, memerlukan bakat, buat orang pintar, dll. Inti yang disampaikan adalah, bahwa menulis itu lebih penting usaha dan determinasi dari penulis itu sendiri.

Dalam bagian hands-on, kita diberikan waktu masing2 5 menit untuk menulis nonstop. Yang pertama adalah menulis bebas, tanpa batasan. Yang kedua, menulis dengan menggunakan 5 kata kunci: Kucing, Rumput, Laptop, Surabaya, dan Operasi. Dan yang ketiga, adalah menulis renungan berdasarkan pengamatan atas sebuah alat musik: Tamburin.

Kenyataannya, memang hampir semua peserta yang hadir bisa menulis, karena 'terpaksa' menulis dengan limitasi waktu. Dan melalui hands-on practice tersebut, kita menyetujui, bahwa untuk menulis memang perlu usaha dan determinasi. Kita bisa karena kita biasa, karena kita mau.

Untuk memicu kami dalam kebiasaan menulis, pak Ayub memberikan tugas dan tujuan akhir dari workshop 4 minggu ini. Kita disuruh menulis renungan, yang nantinya akan dipakai di Renungan Harian oleh yayasan Gloria, dan juga menulis topikal yang mungkin nantinya bisa dipakai dalam publikasi buku.

Semoga dari kegiatan menulis ini, kita semua yang terlibat dapat benar2 mengembangkan kemampuan menulis, dan terlebih dari itu, menjadi berkat bagi jemaat kristiani di Indonesia, dan ke depannya, melalui karya tulis, dapat menjadi berkat bagi lebih banyak orang lagi.

Labels: ,

Holiday at East Coast Park

Tanggal 1 Mei 2007, Labour Day, Holiday

All works and no play, makes Jack a dull boy

Hidup bukan hanya kerja saja, tetapi juga perlu main dan istirahat. Biasanya hari libur dengan kegiatan apa? Mungkin tidur lebih lama di rumah, atau nonton film, atau keluar bareng teman-teman.

Ada sekelompok teman yang ngajakin ke East Coast di hari libur ini. Ceritanya harus kumpul di Eunos MRT jam 8.30 pagi. Biasanya mau bangun pagi itu merupakan pergumulan yang cukup berat, dan buat hari ini lebih parah lagi, karena semalaman ga tidur sampai jam 3. Jelas-jelas tidurnya ga bakalan cukup. Dengan penuh perjuangan, akhirnya saya bisa sampai juga ke East Coast Park, sekitar jam 9.30.

Acara outing kali ini tidak ramai, kita semua bertujuh doang. Bersyukur untuk kelompok yang lumayan kecil ini, karena sepertinya pas untuk bermain, ataupun sharing. Ada yang bawain gitar, maenin lagu, nyanyi pujian bersama. Ada yang nyiapin bahan untuk renungan, dan ada pula yang nyiapin permainan serta makanan.

Karena langit penuh dengan awan gelap, kami memutuskan untuk bubaran. Jam 1 lebih kami pulang dan memutuskan untuk makan di Ojolali di Lucky Plaza. Lumayan, bawal bakar, dan ayam gorengnya enak, juga es kelapa ojolali dan jus alpokatnya. Berhubung kami kenal dengan pemilik restoran, jadi dapat korting 10%. hehe.. Jam 3.30 gitu kami pulang meninggalkan Ojolali ke rumah masing2.


*Acara outing seperti ini harus diperbanyak, dan semoga persahabatan dapat semakin diperkembangkan dalam acara-acara bebas seperti ini.

Labels:

Saturday, May 05, 2007

Annual Appraisal-Review di Company

Sudah 2 minggu ga blog. Alasan ga lanjut nge-blog, karena waktu itu emosi sama boss. Stress dengan pekerjaan. Akhirnya keterusan, dan tercebur dalam acara nonton film korea yang keterusan, waktu habis untuk nonton dan ga bisa nge-blog lagi.

Dipikir-pikir, ngeblog itu baik untuk mengurangi stress, jadi sekarang mencoba re-cap apa yang sudah berlalu, di dua minggu yang lewat itu.

Annual Appraisal-Review di Company

Dua minggu yang lalu, saya mendapat waktu untuk menghadap CEO dan COO. Agenda dari acara itu adalah review, dan sekalian juga salary adjustment. Kesimpulan dari acara itu adalah, saya mendapat beberapa feedback dan dilain pihak mendapat kenaikan gaji yang lumayan. Tetapi setelah acara itu, saya jadi sedih sekali, dan mengambil keputusan untuk meninggalkan company ini.

Ada banyak hal yang saya tidak setujui dengan cara company, atau lebih tepatnya kedua boss ini bekerja. Sekalipun mengakui dirinya sebagai orang Kristen, tetapi dalam bisnis ataupun berhadapan dengan staff, segala yang mereka lakukan selalu penuh dengan tipuan. Selain itu, mereka suka memutarbalikkan fakta ketika berhadapan dengan kita, dan dalam banyak hal, yang seharusnya company berhutang budi pada kita, diputar seperti kita yang berhutang budi pada company. Hal-hal ini, akan saya tuliskan di artikel di blog terpisah, agar blog review ini tidak berkepanjangan

Dalam diskusi, saya ditawarkan untuk pindah ke tempat atau departemen yang berbeda. Ke Pre-Sales yang bakalan banyak travel, atau juga ke QA, yang tugasnya nge-test product doang, atau tetap stay di Professional Services sekarang. Yang menarik itu Pre-Sales, tetapi setelah dipikir-pikir, bahwa akhirnya akan bekerja sama dengan orang-orang kristen munafik, mungkin lebih baik aku berhenti saja.

Saya sempat sharing dengan rekan2 kerja yang dekat, seperti H, A, dengan managerku yang lumayan ngerti dengan aku. Intinya, saya sudah bilang ke manager, kalau saya tidak bisa meneruskan bekerja dengan tenang di kantor, sekalipun aplikasi sekolah ke SBC ditolak. Kecuali kedua boss itu mau meminta maaf atas semua saksi dusta yang sudah mereka ucapkan. Itupun saya akan berpikir kembali.

Labels:

 

Free Blog Counter