Simply Suhandy

Sunday, May 06, 2007

Applied Christianity: Personal Holiness

Persekutuan Pemuda hari ini membahas tentang Personal Holiness.

Personal Holiness, atau kekudusan pribadi, adalah suatu pergumulan dari hampir setiap orang Kristen, dan saya rasa terutama buat saya sendiri topik ini sangat berarti.

Dunia yang kita mukimi sekarang, adalah dunia yang jauh dari sempurna. Tingkat perceraian yang tinggi, kriminalitas yang menanjak, penyakit yang makin berkembang, semuanya mengindikasikan akan kebenaran hal tersebut. Pengaruh media massa, pesatnya kemajuan internet, saluran TV dengan berbagai acara yang sifatnya commercial atau duniawi, tidak sedikit mempengaruhi kehidupan manusia, dan tidak terkecuali orang Kristen.

Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang kudus, dan Dia menuntut kita umat pilihannya untuk kudus, sebagaimana Dia dulu meminta bangsa Israel untuk Kudus. Kuduslah kamu sebab Aku kudus! Kenapa kita harus kudus? karena Tuhan mengatakan hanya orang kudus yang bisa masuk ke surga.

Kata kudus, artinya dipisahkan, to be set apart. Ketika Tuhan menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya, Dia menguduskan hari Sabat. Ketika manusia memenuhi bumi, Dia memilih bangsa Israel dari segala bangsa untuk menjadi umat pilihannya. Di tengah bangsa Israel, Dia memilih suku Lewi, untuk melakukan tugas kudus melayani Dia. Dalam konteks jaman sekarang, orang Kristen seperti kita juga Dia panggil untuk melayani Dia, dan sebagian mungkin terpanggil untuk melayani Dia secara full time. Kita harus menguduskan diri, agar layak dipakai untuk melayani Dia dalam pekerjaannya.

Tetapi bagaimana kita bisa menjaga diri agar kita tetap kudus? Bagaimana kita bisa bertahan di tengah dunia yang sudah jatuh, dan penuh dengan segala godaan yang menjerat, mengikat kita? bagaimana kita bisa mencegah agar kita tidak terseret, terpikat, dan akhirnya membuahkan dosa, yang upahnya adalah maut?

Kita tidak bisa melawan dengan kekuatan sendiri, tetapi bersama Tuhan, kita bisa melakukan semua itu. Kita harus mengambil langkah pertama, menyingkirkan barang2 yang mempunyai kemampuan menjatuhkan kita, seperti film2 yang didownload, atau majalah2 yang penuh dengan gambar2 yang menggoda. Hati dan pikiran kita juga harus dipenuhi dengan hal2 yang positif dan berguna. Kita harus berusaha untuk mengejar kekudusan, karena kekudusan itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi merupakan usaha keras dari kita sendiri yang mau bersandar sepenuhnya kepada pertolongan Tuhan.

Kejarlah kekudusan, isilah hidupmu dengan hal-hal yang berguna.

Labels:

Workshop Menulis di GPBB

Hari ini diadakan workshop menulis di GPBB. Workshop ini diadakan oleh KP dan dibawakan oleh pak Ayub, gembala gereja, yang sudah banyak menulis dan mencetak buku.

Pelajaran pertama yang dibawakan adalah bagaimana mendobrak mental barrier dari setiap peserta, bahwa menulis itu susah, memerlukan bakat, buat orang pintar, dll. Inti yang disampaikan adalah, bahwa menulis itu lebih penting usaha dan determinasi dari penulis itu sendiri.

Dalam bagian hands-on, kita diberikan waktu masing2 5 menit untuk menulis nonstop. Yang pertama adalah menulis bebas, tanpa batasan. Yang kedua, menulis dengan menggunakan 5 kata kunci: Kucing, Rumput, Laptop, Surabaya, dan Operasi. Dan yang ketiga, adalah menulis renungan berdasarkan pengamatan atas sebuah alat musik: Tamburin.

Kenyataannya, memang hampir semua peserta yang hadir bisa menulis, karena 'terpaksa' menulis dengan limitasi waktu. Dan melalui hands-on practice tersebut, kita menyetujui, bahwa untuk menulis memang perlu usaha dan determinasi. Kita bisa karena kita biasa, karena kita mau.

Untuk memicu kami dalam kebiasaan menulis, pak Ayub memberikan tugas dan tujuan akhir dari workshop 4 minggu ini. Kita disuruh menulis renungan, yang nantinya akan dipakai di Renungan Harian oleh yayasan Gloria, dan juga menulis topikal yang mungkin nantinya bisa dipakai dalam publikasi buku.

Semoga dari kegiatan menulis ini, kita semua yang terlibat dapat benar2 mengembangkan kemampuan menulis, dan terlebih dari itu, menjadi berkat bagi jemaat kristiani di Indonesia, dan ke depannya, melalui karya tulis, dapat menjadi berkat bagi lebih banyak orang lagi.

Labels: ,

Holiday at East Coast Park

Tanggal 1 Mei 2007, Labour Day, Holiday

All works and no play, makes Jack a dull boy

Hidup bukan hanya kerja saja, tetapi juga perlu main dan istirahat. Biasanya hari libur dengan kegiatan apa? Mungkin tidur lebih lama di rumah, atau nonton film, atau keluar bareng teman-teman.

Ada sekelompok teman yang ngajakin ke East Coast di hari libur ini. Ceritanya harus kumpul di Eunos MRT jam 8.30 pagi. Biasanya mau bangun pagi itu merupakan pergumulan yang cukup berat, dan buat hari ini lebih parah lagi, karena semalaman ga tidur sampai jam 3. Jelas-jelas tidurnya ga bakalan cukup. Dengan penuh perjuangan, akhirnya saya bisa sampai juga ke East Coast Park, sekitar jam 9.30.

Acara outing kali ini tidak ramai, kita semua bertujuh doang. Bersyukur untuk kelompok yang lumayan kecil ini, karena sepertinya pas untuk bermain, ataupun sharing. Ada yang bawain gitar, maenin lagu, nyanyi pujian bersama. Ada yang nyiapin bahan untuk renungan, dan ada pula yang nyiapin permainan serta makanan.

Karena langit penuh dengan awan gelap, kami memutuskan untuk bubaran. Jam 1 lebih kami pulang dan memutuskan untuk makan di Ojolali di Lucky Plaza. Lumayan, bawal bakar, dan ayam gorengnya enak, juga es kelapa ojolali dan jus alpokatnya. Berhubung kami kenal dengan pemilik restoran, jadi dapat korting 10%. hehe.. Jam 3.30 gitu kami pulang meninggalkan Ojolali ke rumah masing2.


*Acara outing seperti ini harus diperbanyak, dan semoga persahabatan dapat semakin diperkembangkan dalam acara-acara bebas seperti ini.

Labels:

Saturday, May 05, 2007

Annual Appraisal-Review di Company

Sudah 2 minggu ga blog. Alasan ga lanjut nge-blog, karena waktu itu emosi sama boss. Stress dengan pekerjaan. Akhirnya keterusan, dan tercebur dalam acara nonton film korea yang keterusan, waktu habis untuk nonton dan ga bisa nge-blog lagi.

Dipikir-pikir, ngeblog itu baik untuk mengurangi stress, jadi sekarang mencoba re-cap apa yang sudah berlalu, di dua minggu yang lewat itu.

Annual Appraisal-Review di Company

Dua minggu yang lalu, saya mendapat waktu untuk menghadap CEO dan COO. Agenda dari acara itu adalah review, dan sekalian juga salary adjustment. Kesimpulan dari acara itu adalah, saya mendapat beberapa feedback dan dilain pihak mendapat kenaikan gaji yang lumayan. Tetapi setelah acara itu, saya jadi sedih sekali, dan mengambil keputusan untuk meninggalkan company ini.

Ada banyak hal yang saya tidak setujui dengan cara company, atau lebih tepatnya kedua boss ini bekerja. Sekalipun mengakui dirinya sebagai orang Kristen, tetapi dalam bisnis ataupun berhadapan dengan staff, segala yang mereka lakukan selalu penuh dengan tipuan. Selain itu, mereka suka memutarbalikkan fakta ketika berhadapan dengan kita, dan dalam banyak hal, yang seharusnya company berhutang budi pada kita, diputar seperti kita yang berhutang budi pada company. Hal-hal ini, akan saya tuliskan di artikel di blog terpisah, agar blog review ini tidak berkepanjangan

Dalam diskusi, saya ditawarkan untuk pindah ke tempat atau departemen yang berbeda. Ke Pre-Sales yang bakalan banyak travel, atau juga ke QA, yang tugasnya nge-test product doang, atau tetap stay di Professional Services sekarang. Yang menarik itu Pre-Sales, tetapi setelah dipikir-pikir, bahwa akhirnya akan bekerja sama dengan orang-orang kristen munafik, mungkin lebih baik aku berhenti saja.

Saya sempat sharing dengan rekan2 kerja yang dekat, seperti H, A, dengan managerku yang lumayan ngerti dengan aku. Intinya, saya sudah bilang ke manager, kalau saya tidak bisa meneruskan bekerja dengan tenang di kantor, sekalipun aplikasi sekolah ke SBC ditolak. Kecuali kedua boss itu mau meminta maaf atas semua saksi dusta yang sudah mereka ucapkan. Itupun saya akan berpikir kembali.

Labels:

Tuesday, April 17, 2007

Reformasi kamar tidur

Senin, 16 April 2007

National Heart Center - Periksa Jantung


Pagi ini pergi ke dokter di National Heart Center. Mau periksa ulang jantung. Sejak berapa tahun yang lalu terdiagnosa mempunyai kebocoran di jantung, maka setiap tahun harus kembali untuk cek jantung satu-dua kali. Biayanya ga murah. Kurang dari 5 menit ngomong ke dokter, harganya 60 dolar. Obat untuk setengah tahun sekitar 150 dolar. Untung kali ini ga diminta scan. Kalo scan sekali itu sekitar 350 dolar.

Kata dokter, kondisi jantungku kedengarannya sama dengan 6 bulan yang lalu, jadi ga perlu discan atau gimana. Dikasih obat, diberikan slot untuk ketemu dia 6 bulan lagi. 1 Oktober nanti.

Saya sms ke manager, tanya apa ada perlu di kantor. Katanya ga perlu, maka saya pulang ke rumah, rencana mau menggunakan siang ini untuk restruktur kamar tidur.


Restruktur Kamar Tidur

Kamar tidurku lumayan besar, untuk ukuran single. Kekurangannya adalah, karena block ini bentuknya melingkar, sehingga bentuk kamarku tidak segiempat, tetapi di dua sisinya melengkung. Jadi ada bagian yang tidak bisa merapat dengan baik.

4 tahun yang lalu, posisi ranjang adalah di samping pintu masuk, meja komputer bentuk L di sudut kamar. Karena satu dan lain hal, meja komputer di geser ke bawah AC, dan ranjang dipindahkan ke sudut, dan juga tepat di arah depan AC. Posisi begini memungkinkan saya bermain komputer di ranjang, atau bahkan sambil tiduran di ranjang.

Belakangan ini suka sakit mata, kering. Saya rasa ada hubungannya dengan AC, jadi mata kering terus. Hidung yang sensitif juga sedikit banyak karena AC. Akhirnya diputuskan hari ini untuk memindahkan posisi ranjang dan meja komputer ke posisi semula. Semoga dengan posisi ini, saya tidak gampang pilek lagi, ataupun sakit mata.

Sekalian juga bersih2 rumah, dan mengisap debu2 yang ada di bawah ranjang yang sudah menahun. Rasanya hari ini adalah hari yang lumayan produktif :). Tapi akibat dari kerja fisik 4 jam membuat aku jadi lemas. Padahal dokter jantung sudah bilang, ga boleh olahraga berat. Yah, sekali-kali ga apa lah dok. Gak setiap hari reformasi kamar tidur kok :)

Labels:

Friday, April 13, 2007

5 years long service award

Sudah berapa hari ini ga ngeblog
belakangan ini, tepatnya sejak hari senin, setiap sore gitu badan jadi kerasa pegal.
Pegal banget gitu.... ntah kenapa...

Hari selasa ketika menjelang sore, mulai merasa hidung sepertinya ga beres. Bukan meler atau block. Tapi serasa bagian dalamnya bengkak. Gejala sinusitis gitu.

Hari rabu minta mc dari dokter, dikasih antibiotik karena gejalanya mirip sinusitis. Nah udah deh. Dikasih antibiotik kelas menengah atas : amoxycilin 500mg+125mg clavulanic acid. Dua kali sehari, untuk 10 hari.

Hari Kamis, pagi ke kantor, ga gitu banyak kerjaan. Lebih banyak beresin aplikasi untuk studi ke SBC. Sorenya minta libur setengah hari untuk ke SBC, submit aplikasinya langsung. Abis itu pergi ke Jurong East untuk dipijit di Yang Sheng Center. 45 dolar untuk 90 menit. Lumayan, tetapi malamnya badan tetap kerasa pegel. hmmm...

Hari jumat, ke kantor, setiap orang dapat baju seragam kantor yang baru. Siangnya jam 3 berangkat ke Restoran untuk 'kick off' meeting. Membicarakan sejarah kantor dari awal. Ada kolega2 dari malaysia datang. Terus saya dapat Long Service Award dari company. Dapat satu ballpoint Waterman, yang ada ukiran namanya. Lumayan :). Abis makan malam ada session karaoke... abis itu pulang :)

Sampai di rumah, tepar deh... sakit kepala... sakit hidung... perlu istirahat....

Labels:

Monday, April 09, 2007

Monday full of gladness

Hari ini adalah hari yang spesial. Tidak. Bukan karena saya dapat cewe di hari ini. Lebih dari itu. Hari ini, sepertinya saya menemukan Sukacita yg sudah lama hilang. Yaitu sukacita yang dari Tuhan saja. Rasanya seperti kembali ke bertahun-tahun yang lalu. Kembali ke saya yang gembira dan banyak senyum. Kembali ke masa lalu yang 'innocent' tanpa pergumulan orang dewasa.

Mungkin, karena kemaren sudah banyak meneteskan air mata, bagaikan hujan yang sudah menyirami padang gurun yang tandus. Padang gurun mulai menampakkan rumput2 yang hijau, demikian juga hatiku juga menumbuhkan bibit-bibit sukacita yang tidak terkatakan.

Sudah terlalu lama, saya bersandarkan sukacita pada 'acceptance' dari orang lain. Tanpa menyadari, bahwa sukacita yang sejati itu dari Tuhan. Sudah terlalu sering, saya menganggap penolakan dari orang lain sebagai hal yang menghalangi sukacitaku, tanpa berusaha mengingat, bahwa sukacita itu adalah juga berkat dari Tuhan.

Hari ini, saya mengambil pilihan untuk hidup dalam sukacita. Saya mau mengingat akan kasih Allah, dan bersyukur untuk hal2 kecil yang saya alami. Saya mau Tuhan memakai senyum dan sukacitaku, untuk menyinari orang2 di sekelilingku.

Labels: ,

Wednesday, April 04, 2007

Proaktif jadi Provokatif?

Selasa, 3 April 2007

Companyku sudah berdiri kurang lebih 7 tahun. Namun cara kerja oleh orang2 tertentu masih saja tidak masuk akal, attitude semau gue, dan tidak mau mendengar pendapat orang lain. Yang saya maksud adalah boss yang paling gede di company.

Saya selalu berkata, lebih baik bekerja 5 project dibawah managerku sekarang, daripada 1 project dibawah boss gede. Kenapa? karena boss ini selalu menganggap segala sesuatu gampang, over-promise kepada client, menganggap remeh, dan tidak pernah mau mendengar input dari kami. Saya sendiri pernah berantem dengan dia waktu di US dulu.

Nah, baru2 ini kita dapat project baru, di Thailand. Yang handle adalah boss gede. Dalam hati aku dah pikir, ini bakal gawat. Sekalipun saya ga directly involve di project ini, namun sebagai senior, saya concern apakah project ini bisa berjalan dengan baik. Akhirnya bersama dengan junior kita bicarakan detail tentang project ini, bersama managerku, arsitek, dll. Dan akhirnya kesimpulannya adalah project ini sangat rumit, dan akan menguras tenaga banyak dari semua pihak.

Saya pikir: 我不入地獄誰入地獄 (wo3 bu2 ru4 di4 yu4, shei2 ru4 di4 yu4) direct translation: kalau saya tidak masuk neraka, siapa yang masuk neraka. Artinya, kalau benar perlu seseorang yang berkorban, biarlah saya yang berkorban. Ini adalah suatu ajaran buddhisme yang menonjolkan self-sacrifice for the greater good of others. Saya rasa ajaran ini tidak bertentangan juga dengan ajaran kristen.

Jadi, saya bikin satu email panjang, listing tentang masalah yang ada, dan kirim ke semua orang, yang pernah involved di project yang sama, dan ke boss gede itu. Proaktif. Maunya memberikan highlight/concern terhadap masalah yang ada. Namun apa tanggapannya? Boss gede sama sekali tidak menjawab issue yang saya tanyakan, malahan meremehkan tanggapan saya. Merasa apa yang mereka lakukan sudah benar. Senior aku membantuku, dan membalas, bahwa segala sesuatu yang aku katakan itu benar, bahwa pihak project management (baca: boss gede) meremehkan project ini, dan menganggap segala sesuatu itu gampang. Boss gede masih juga ga gitu ngeh kalo mereka itu salah.

Satu kantor jadi heboh, karena email saya yang proaktif, yang bermaksud baik buat company, tetapi buat boss gede, dianggap 'provokatif'. Semua orang di company, mengerti akan niat baikku, tetapi boss gede tidak merasa demikian. Mungkin ini membantuku untuk berhenti dari kerjaan nanti, karena aku bisa menceritakan dengan jelas, bahwa cara kerja company itu tidak benar, dan company yang tidak mau mendengarkan input, tidak akan bisa berkembang.

Saya coba merefleksikan diri sendiri. Seringkali manusia merasa dirinya paling benar. Ketika confidence membuat kita tidak mau mendengarkan input dari orang lain, maka itu sudah menjadi over-confidence. Dan itu akan membawa kita kepada suatu kejatuhan. Ketika ada orang yg mau memberikan kritikan kepada kita, sudikah kita mendengarnya? atau kita malah menganggapnya sebagai sampah atau angin yang lewat telinga begitu saja?

Dalam Lun2 Yu3 (論語), buku Confusius mengatakan﹕ 三人行﹐必有我師 (san3 ren2 xing2, bi4 you2 wo3 shi1), artinya kalau ada 3 orang yang berjalan bersama, pasti ada satu yang menjadi guruku. Dalam berteman, atau bekerja, kita selalu bisa belajar dari orang yang lebih pintar dari kita, tetapi bukan berarti kita tidak bisa belajar dari orang yang lebih jelek dari kita. Kita belajar dari kesalahan, kejelekan orang tersebut, supaya kita tidak melakukan hal yang sama. Dalam hal ini, boss gede juga merupakan guruku, walaupun guru di sisi yang negatif.

Labels:

Monday, April 02, 2007

Phantom of the Opera

Musical Title: Phantom of the Opera
Venue: Singapore Esplanade Theatre
Time: Sunday, 1st April 2007

Hari ini nonton Phantom of the Opera bersama dengan teman2 dari BB. PO adalah musical yang saat ini longest running di broadway, sudah main selama 12 tahun non-stop, selasa sampai minggu selama 12 tahun berturut2, sehingga tahun lalu memecahkan rekor daripada Les Miserables. Dua-duanya adalah Musical kelas berat dibawah producer Cameron Mackinson dan penulis lagu yang sama: Andrew Lloyd Webber sih.

Baru balik dari Korea, kata kolega2 yang di korea, ketika PO tampil di Seoul, harga tiket paling murah itu 150 USD. Syukur deh, di SG harganya ga semahal itu. Malam ini nonton ber-11, harga tiket 87.5 SGD, agak mahal, tetapi masih terjangkau. Waktu di US itu nonton cuma 30 USD (atau 20 USD, lupa), lebih murah lagi.

Overall, musical ini tetap bagus. Tetapi karena sudah pernah nonton di US, dan 2 tahun yg lalu sudah nonton filmnya, dan lagu2nya juga sudah agak familiar, jadi tidak ada perasaan 'wah' seperti ketika nonton musical yang lain (rent, oliver, miss saigon, mamamia, wedding banquet, forbidden city)

Partly, kenapa saya ga bisa enjoy, karena juga kondisi hati yang belum stabil. Saya mencoba untuk mengatasinya, tetapi tetap saja tidak bisa. Tadinya saya kira, saya sudah bisa keluar dari lingkaran ini, tetapi ternyata untuk melepaskan diri dari perasaan sedih seperti ini sangat susah.
Semoga, di minggu2 yang akan datang, saya akan bisa menghadapi masalah ini dengan lebih baik.... semoga...

Labels: ,

Friday, March 30, 2007

NTUC Fair Price honour their promise

Kemaren (29/3/07) abis makan siang, bareng teman2 kantor ke NTUC untuk belanja. Mau beli shampoo karena yang dirumah sudah habis. Harga shampoo rata2 mahal, tapi HC tunjukin ada special bundled package. Pantene Shine hairfall control, 750ml + 200ml harganya 11.8. Jadi beli itu deh, plus satu botol gede pipakao (obat batuk cap ibu dan anak).

Waktu sampai kantor, kepikiran, kok dua barang itu harganya bisa 19.80 ? pipakao kalo ga salah sekitar 6 dolar, shampoo 11.8, harusnya 17-8 dolar. cek bonnya. Eh harga shampoo di sana tercantum 13.90. Ada nomer telpon NTUC di sana. Saya telp untuk bilang ada kesalahan. 2.10 emang ga banyak, tapi tetap harus ditagih. Dari NTUC, mereka mengatakan silakan datang, bawa barangnya dan receiptnya, nanti mereka akan 'settle'.

Hari ini, waktu lunch, saya dah bawa shampoo tsb, dengan bon. Habis lunch, ke NTUCnya langsung. Cek di counter, eh, promosi yang 11.8 sudah dicabut, ga ada lagi. Saya bilang ke kasir mengenai hal ini, dan bilang kemaren dah telpon. Kasir ditutup dan Managernya dipanggil.

Setelah beberapa saat, saya mampir dan menanyakan apakah 2.10 akan dikembalikan dalam voucher, atau aku harus belanja. Dia suruh belanja. Jadinya aku beli sebotol sirup seharga 4.5 dolar, jadi bisa bayar sisanya berapa. Managernya bilang, masih ga cukup... dia bilang, karena kesalahan mereka, maka mereka memberikan shampoo seharga 13.90 itu gratis. Jadi aku harus beli barang2 seharga 13.90, atau aku ditawarkan satu paket shampoo itu lagi. Shampoo 2 Liter mau pakai sampai zaman apa? hehe.. akhirnya aku beli beberapa botol sirup dan pipakao lagi.

All in all... senang dapat sirup dan pipakao gratisan. Saya sebenarnya cuma mengharapkan uang sisa 2.10 tetapi dikasih lebih... benar2 tak terduga.. :)

two thumbs up for NTUC for their policy to honour their promise, for their mistakes!!

Labels:

Sunday, March 25, 2007

Sightseeing in Seoul (2)

Continued from previous posting.

Pagi jam 8.30 turun buat sarapan. 8.50 akan dijemput untuk tour. Kita mengunjungi GyeongBokGung (Jing Fu Gong). Salah satu dari 5 istana yang ada di kota Seoul. Banyak bangunan2 yang diliat, difoto. ruang tidur raja, ruang tidur ratu, ruang tidur putra makota, dapur, kantor raja waktu musim panas, kantor raja waktu musim dingin, tempat belajar
raja, pustaka raja.... Seperti yang ada dalam film Dae Jang Geum deh.

Istana ini pernah mengalami banyak kerusakan, dan tahun 1500an pernah dibakar oleh Jepang. Memang orang Jepang zaman dulu itu agresif sekali sih.

Ginseng Center. Korea terkenal dengan Ginsengnya, yang katanya paling bagus dibanding dengan yang di Cina ataupun US. Itu dikarenakan kondisi iklim yang mendukung. Ginseng yang dewasa bisa mirip manusia, dan konon ceritanya memang kalau sudah dewasa Ginseng itu punya 'jiwa' sendiri dan bisa lari/jalan sendiri. Di sana, ketemu yang jualan orang indo juga. Tapi hehe, sekalipun sudah ditawarin gimana, ga beli apa2 juga. Soalnya mahal sih.

Amethyst Factory. Korea juga terkenal dengan tambang Amethystnya. Sejenis kristal ungu. Dibanding dengan kristal warna putih, katanya kristal ungu memerlukan tambahan ratusan ribu tahun sebelum warnanya berubah jadi ungu. Sempat beli dua kalung buat dede dan mama.

Insadong Antique Alley. Di sepanjang jalan banyak yang jualan barang antik, baik yg benar2 antik atau yg antik bikinan sendiri. Terus juga banyak barang2 hasil kreasi sendiri. Beli beberapa gelas keramik yang unik. Lumayan, harganya ga terlalu mahal dan bisa jadi oleh2 yg bagus.

ChangDeokGung. Salah satu istana dari 5 istana yg ada. Chang De Gong. Di sini katanya banyak adegan drama Dae Jang Gum diambil. Istananya lebih besar daripada GyeongBokGung, dan lebih terawat, karena itu keman2 kita diawasin. Tour guidenya ngomong chinese.

Jam 5 gitu pulang ke hotel. Malamnya saya sempat jalan2 sekali lagi ke NamDaeMun untuk beli2 seaweed. Ambil foto2 dari pintu gerbang NamDaeMun itu sendiri. Terus pulang ke hotel lagi, siap2 untuk pulang ke sg besok.

Kata receptionist, besok bakal ada demo di sepanjang jalan menuju ke airport, jadi saya disuruh berangkat jam 7.30 pagi (flightnya 11.30). Sebel, jadi ga bisa belanja paginya.

Pagi bagun jam 6.30, mandi, sarapan dan berangkat. Bayar bus 8000 won. Syukur, sampai di airport sebelum jam 9. Mungkin demonya belum mulai. Ngurusin bill telepon yang ternyata mahal, sekitar 270ribu won (2.7 juta rupiah).

Checkin jam 10 gitu. Di samping boarding gate, ada satu cultural department yang memperkenalkan kepada turis tentang kerajinan tangan korea, membuat kotak dan pouch. Saya bikin satu pouch sendiri (well, 90% sudah jadi tadinya, turis cuma complete last 10%). Abis itu saya minta difoto ama cewe yang ngajarin bikin pouch itu.

Akhirnya bakal tinggalin negeri ginseng ini. Kapan yah aku kembali. Kalau ada bisnis prospek, kemungkinan bakal balik lagi. tapi, aku ada rencana studi, jadi gak tau juga nantinya bagaimana. Tuhan yang tau jalannya deh.

Overall, trip ke korea ini sangat memorable. Di sg gak bakal banyak makan kimchi seperti di sini lagi :).

Labels: , ,

Sightseeing in Seoul (1)

Continued from previous posting... (walaupun judulnya beda... )

Hari jumat di Seoul. Hari ini mestinya ga ada kerjaan lagi di kantor partner. Tetapi pagi jam 10 ada rapat singkat dengan satu company baru, yang ingin tau lebih banyak tentang produk kami EA*. Dia berusaha menjual EAG ke S*, dan ingin tau apakah kami bisa menambah beberapa feature yang diperlukan.

Jam 10 kurang 5 menit, ketika saya sedang turun ke lobby untuk sarapan, sudah ditelpon oleh cewe yang suaranya manis itu :). Ternyata mereka datang tepat waktu. Ternyata bukan hanya suaranya saja yang ok, tampangnya juga ok loh. Bosnya mr. Bang ada di samping, dan juga sangat ganteng. Kesannya perfect match deh.

Saya bilang, saya lagi mau sarapan, jadi mereka terpaksa ikutan saya ke ruang makan. Mesan lemon tea, dan kopi. Sambil makan dan diskusi (untungnya dua orang ini bahasa inggrisnya lumayan bagus), saya sempat telpon ke singapore dan menyampaikan info bahwa ini project yg lumayan gede. Feature2 yang diperlukan mungkin bisa dipush lebih awal. Yah semoga project ini jadi deh.

Siangnya, saya makan siang sendirian di satu restoran. Makan shabu-shabu sapi. Sulit juga mau cari makanan kalau ga ngerti bahasa korea. Harus cari restoran yang menunya ada tulisan inggris. Terus pakai tunjuk2. Habis 7500 won. keluar restoran lupa minta receipt. Perlu itu untuk claim. Untungnya waktu kembali orangnya masih mau ngasih receipt.

Saya sempat mampir ke kantor lagi. Ketemu sama team di sana lagi ngopi di lantai paling atas. Sempat Foto2. Kim pernah menjanjikan akan mencarikan uang koin 1 won buat saya, dan dia bawakan :). Thanks Kim Jin Hee. Masih single tuh cewe dan seumuran dengan aku... kristen lagi haha..., ternyata sebagian besar orang di kantor itu kristen. Tetapi ga gitu serius. Tidak mesti ke gereja hari minggu, merokok, etc.. kesannya jadi mirip orang2 di indo.

Pamitan dari kantor, saya jalan2 sendiri ke NamDaeMun (Nan Da Men) artinya Pintu Besar di Selatan. Dulu Seoul itu namanya Kota HanYang, dan ada tembok besar mengelilingi. Satu kota itu ada 4 pintu besar, DongDaeMun (Timur), NamDaeMun(Selatan), SeoDaeMun(Barat), BukDaeMun(Utara). Di NamDaeMun itu ada satu pasar yang merupakan pasar yang paling bersejarah. Bisa beli seaweed, barang pecahbelah, makanan2 kecil lainnya di sana. Saya ga beli apa2 sih di sana, takut kena tipu, karena mereka jelas tau saya itu bukan orang local.

Di NamDaemun, kebanyakan orang berbicara kepada saya dalam bahasa Jepang. Mungkin karena sedikit mirip? atau memang karena banyak turis dari Jepang yang datang. Di mana2 Nandesuka, nandesuka.. kedengarannya seperti ... apa deh yang ade suka... haha..

Di korea sempat juga belajar bahasa korea sedikit: 0 sampai 10 itu: kung, il, i, sam, sa, o, ryuk, ch'il, ph'al, ku, sip. kalau mau tanya 'ini apa', i gat i muat ipnika. 'minta tolong' do wao cho. tentu saja 'kamsa hamida' dan 'ahnyeong haseo' udah tau. Yang paling penting adalah 'chee song hamida' I am sorry, dan 'han guk mael bo theo', aku ga ngerti bahasa korea.

Waktu lagi window shopping, dapat telepon dari kantor di korea. Katanya boss mereka mau ngajakin makan malam. Mau traktir. Saya jadi jalan balik dari NamDaeMun ke kantor. kurang lebih 20 menit. Eh taunya mereka makan di daerah NamDaeMun juga, jadi jalan balik lagi.. cape tau.. bolak balik gitu.. ehehehe...

Makan malamnya Bulgogi ala Korea, dengan berbagai makanan sampingan seperti biasanya. Minum red wine. Abis itu sempat diajak jalan2 ke department store, liat2 barang, ga beli sih.. soalnya barang2 di korea benaran mahal2 banget.

Sampai di hotel, booking untuk satu tour satu hari penuh besoknya. Terus tidur.

To be continued...

Labels: , ,

Saturday, March 24, 2007

Slaving in Seoul (4)

Continued...

Hari senin, jam 12 sampai di kantor, lunch bersama. Setelah itu saya kira mau ke IBM, tetapi setelah ditunggu2, ga jalan2. Sekitar jam 7an gitu, kita diajak makan malam, terus dibilang ga jadi ke IBM hari itu, karena IBM ga siap.

Besok pagi2 disuruh ke kantor jam 9 tepat. Jam 9, mereka mulai packing, bawa komputer, server, kabel2 etc, siap berangkat ke IBM. Jam 10 kita jalan. Sampai di sana, kiranya udah bisa langsung install program, eh... saya bete, sudah dibilangin harus nyiapin oracle id, root id, untuk install di AIX, ternyata pada ga ada semua, harus pinjam sana sini. Sampai jam 12 gitu, baru kira2 mulai kerja, tapi sudah waktu makan siang.

Habis makan siang, mereka baru mulai install oracle. Mereka bawa DVDnya, tetapi servernya ga ada DVD drive.. kalo FTP harus makan 2 jam.. gila aja. Akhirnya mondar-mandir, bisa pinjam satu DVD drive buat dimount, dan bisa install dari sana.... tapi jangan terlalu happy dulu.. install dan konfigurasi semuanya baru selesai jam 7 malam gitu. Gila aja... kapan kerjaan mau selesai kalo gitu? Saya sih sudah prediksikan bakal kerja non stop hingga pagi, hingga benchmark testingnya selesai.

Jam 8 gitu kita selesai makan malam, dan saya mulai install bagian program saya. Selain itu harus pusingin gimana nyiapin data yang banyak untuk testing. Syukur, team dari Singapore membantu, sehingga jam 2 pagi, kita akhirnya punya data yg cukup untuk testing. Jam 3 gitu mulai testing, dll, dan baru jam 7.30 pagi testing selesai. Dalam proses testing itu banyak argument (saya ngomong inggris, yg lain ngomong korea :). Sebel sih, mereka itu kesannya sangat sombong, tetapi mungkin juga karena stress, jadi kesannya emosian. Jam 5 sampai jam 6 itu semuanya dah tidur, dan saya kerja sendiri dibantu tim dari singapore. Untuk masalahnya beres, kalo gak besoknya bagaimana?

Jam 8an, kita berangkat ke H*Bank untuk diuji solusi kita. Dibagi 2 team. Satu team di bagian benchmark testing, satu team lagi di bagian functional testing. Yang sebel itu, mereka itu sangat2 premature dalam hal benchmark testing, jadi ga ngerti sama sekali tentang tuning. Bisanya cuma nuduh, kenapa produk kamu begini begitu. Syukur, sekalipun hasil di benchmark testing kurang memuaskan, di bagian functional testing, hasil kami lumayan bagus. Pihak H*Bank sangat puas dengan feature2 yang ada di produk kami.

Jam 3an, (dari pagi belum sarapan) kita pergi makan siang. Minum Soju. Syukur project sudah selesai. Jam 6 gitu, baru pulang ke rumah masing2. Tidur sampai jam 12 bangun lagi, lapar, masak mie kimchi satu bungkus lagi, untuk dinner... terus tidur lagi... rasanya badan itu sangat tidak enak, sedikit demam kesannya, sakit tenggorokan, jerawatan.. yah gimana ga sakit kalau kerjanya nonstop gitu.

Esoknya, disuruh ke kantor jam 9, tetapi jam 9 saya telpon ke mereka, bilang demam, ga bisa datang. Jam 1 gitu baru datang, diajak makan siang, terus balik kantor lagi. Makan Bulgogi di seberang kantor. Ada teman korea satu di dalam team, namanya Chae, yang sejak lemburan di IBM sudah sakit, (saya kasih panadol), waktu itu dia baekan, tetapi hari ini bibirnya bengkak, dan setelah ke dokter, dokternya suruh dia ke rumah sakit spesialis untuk periksa. Saat ini dia masih istirahat di rumah. Mungkin infeksi di mulut + ga cukup istirahat jadi parah. Semoga dia cepat sembuh.

Hari kamis jam 7 malam, makan bareng Kim dan Joo, katanya ada budget 100k won untuk kita. Jadi kita makan bbq daging sapi, plus minum soju. Dilanjutkan dengan ngemil makanan ringan di satu bar, dengan minum bir. Total habis 70k won. Jam 10 malam pulang tidur.

Hari Jumat-Minggu adalah waktu free saya sekarang. Jumat pagi bakal ada rapat dengan satu company lain untuk satu product lagi. Tapi itu mestinya santai. Setelah itu saya bakal jalan2 dan tour. Akhirnya masa2 sibuk di Seoul berakhir dan diakhiri dengan masa2 santai.

Selebihnya akan saya lanjutkan di posting berikutnya.

to be continued

Labels: ,

Thursday, March 22, 2007

Slaving in Seoul (3)

continued...

Updatenya telat, karena memang situasi tidak memungkinkan.

Hari minggu tanggal 18 siang, kita dibawa ke Wagung, untuk makan siang. Authentic Korean BBQ kalo boleh saya bilang. Mirip dengan satu film korea yg pernah ditontoni, restoran ini dindingnya seperti ditutup dengan plastik tebal (bukan kaca), matahari bisa tembus dari atas ataupun dari samping. Di dalam restorannya ada tungku pemanas. BBQnya pake arang benaran. Di sekeliling restoran ada balok2 kayu benaran yang gede2. Kalo di sg, ada juga yang seolah ada balok2 kayu, tapi dari semen/beton semua.

Kita makan steak yang dipanggang di atas kompor BBQ pake arang tsb. Side dishnya ada Cabe, kimchi, soup dari kacang kedelai, kimchi, bubur pakai nasi gosong (tradisional korean food), bi bim bap, dan lain2.

Habis makan, kita jalan2 ke satu danau, yang di tengahnya ada satu tempat bungee jumping paling tinggi di korea. Seru juga, melihat orang2 terjun dari atas. Untung aku gak disuruh ikutan, bisa2 jantung copot. Di danau itu juga, disuguhi satu makanan yang lain dari yang lain, yaitu ulat rebus. Orang korea berusaha jelaskan "Before Butterfly", artinya sebelum ulat itu menjadi kupu2 haha.

Jam 7 lebih kembali ke H* Bank, untuk melanjutkan setup yang belum selesai. Setelah berjuang selama 3 jam, hingga jam 10 malam, akhirnya kita diusir juga. Testnya belum sempurna, tetapi telah diusahakan sebaik mungkin. Besok masih bisa lanjutkan di IBM. Kami diantarin pulang, dan di jalan dibeliin 2 bungkus mie instant kimchi... tapi... kita ga diajakin makan malam..hiiks... terpaksa masak kimchi noodle di kamar buat dinner.

Berhubung sudah cape sekali, dan saya sejak turun dari pesawat belum benar2 istirahat, esoknya saya diminta masuk kantor jam 12 siang. Katanya mau ke IBM habis itu.

To be continued

Labels: ,

Monday, March 19, 2007

Slaving in Seoul (2)

Continued from previous blog:

Sambungan dari blog yang lalu. Saya dari Incheon internation airport di Seoul, di jemput oleh partner dari Korea. Namanya JO*, umur 47 tahun, perokok (di Korea, banyak yg merokok, sebel).

Dari Incheon, perjalanan ke Hotel (yg letaknya persis di sebelah office) memakan waktu hampir sejam. Karena di pesawat baru makan jam 5, jadi saya bilang ga lapar. Baru jam 8.30 sekarang. Jam 9.30 sampai di office, mulai dilontarkan pertanyaan2 tentang produk. Kenapa ini kenapa itu.

Di situ kerja dengan beberapa orang, Ju, yang sudah pernah conference call (suaranya lembut mirip HC), Kim-cowo, programmer, Kim-cewe, programmer, Chae-cowo programmer, satu lagi lupa namanya :p

Kondisi tubuh dah mulai lemah, dan lapar/dingin. Coba ini, coba itu, ditanya apakah aku lapar. Aku bilang iya, sekitar jam 11 gitu, dibelikan makanan ayam panggang, dengan salad dll. Makannya bareng2. Berenam.

Abis makan, kerja lagi, ngetest sana sini. JO* pulang. kita terus kerja. Mereka itu 'dedicated' banget. Ntah karena dipressure ama boss, atau memang semangat kerja mereka itu luar biasa. Kayaknya mereka ga pengen pulang gitu. Aku sendiri sudah makin lama makin merasa ga enak, jadi akhirnya bilang mau pulang. Itu jam 3 pagi.

Akhirnya, mereka mo pulang juga, jam 3.30 pagi aku tiba di kamar. Kamar hotel 15-15, Hotel Sejong (Sejong itu dari bahasa chinese Shi Zhong, adalah salah satu raja di dalam dinasti joseon yang terkenal). Terlalu cape untuk internet2 lagi di hotel. Duduk bengong, liat tv yang ga ada acara, mandi/berendam air panas. Tidur jam 4.

jam 5 terbangun lagi. Tidur lagi, jam 7 dapat morning call. Setelah penuh perjuangan, akhirnya turun 8.15 ke restoran sarapan. 8.30 ketemu orang2 dari company, terus berangkat ke H*Bank. H*Bank data center yg kita kunjungin ada di kota Bundang (bukan Bandung). Sekitar 45 menit dari company/hotel.

Jam 10 kita mulai masuk ke data center. Mulai install2, baru sekitar jam 11. Kita cuma punya waktu 2 jam (katanya), karena setiap competitor dapat 2 jam. jadi harusnya jam 12 udah keluar. Kita tetap bertahan, sampai jam 1. Ada competitor datang, kita tetap dibiarkan di dalam. sampai jam 3. competitor kedua datang, kita baru diusir.

Kalau masih ikutin ceritanya, berarti sadar, dari sarapan pagi jam 8, hingga jam 3, kita belum makan apa2. Berarti cocok, dengan judul blog ini. Slaving in Seoul :)...

cerita selanjutnya akan ditulis malam ini.... (to be continued)

Labels: ,

Slaving in Seoul (1)

Pernah nonton film sleepless in Seattle?
yang gue alamin kurang lebih sama... at least bagian sleep-less nya. Kurang tidur sih.
Jadi enaknya ganti jadi Slaving in Seoul. Kenapa Slaving?

Hari kamis, ketika masih di UOB, mendapat kabar kalo aku disuruh ke Korea. Surat2 semua dipersiapkan, untuk apply visa ke Korea. Jumat pagi ke Kedubes Korea di Goldbell Tower, di scotts road untuk daftar. Katanya perlu 4 hari untuk keluar visanya. Lewat travel agency juga sama. Jadi baru hari rabu dapat visanya.

Miracle does happen. But maybe not for the benefit of me. Company yg ngundang saya untuk datang ke korea itu punya kenalan di kedubes Korea. Setelah ditelpon, Visa saya langsung 'jadi'. Jam 3 sampai ke kedubes untuk ngambil Visa. total 48 dolar (belum tambah taxi pulang pergi 2 kali).

Setelah itu, dapat telpon dari Korea. Mau minta aku untuk berangkat malam itu? wah.. gile aja, ini mah super dadakan. Papa mama siang ini datang, dan malam ini janji mau makan malam bersama. Mana mungkin? suhu di korea lagi 0 derajat gitu. apa baju dingin cukup. pusing. Persiapan untuk project yg ga jelas ini juga gak beres2. cape.

Aku bilang, ada tugas di gereja, ngajar PS anak bareng YY. kalau bisa berangkat minggu sore. Akhirnya diputuskan, oleh boss, bahwa aku akan berangkat sabtu pagi jam 8. apa boleh buat, katanya di sana lagi urgent banget, butuh bantuan aku.

Malam, makan bareng ortu, terus pulang. Packing, packing, packing... hingga jam 2an. Kepikiran ada sesuatu yang menggantung di hati. Akhirnya telepon 'seseorang' untuk mengungkapkan isi hati. Bersyukur banget, akhirnya aku bisa menyatakan secara langsung. Biar apapun jawabannya, aku jadi lega, dan bisa berangkat ke korea dengan tenang. Bersyukur sekali. :)

Tidur, jam 6 bangun, 6.30 naik taxi ke changi. Naik Thai airlines. Ke Bangkok, 2 jam-an. transit 1 jam, terus ke Hongkong 2 jam-an, transit 1 jam, baru ke Incheon (Seoul), 3 jam. Parah. Company mau hemat, naik pesawat spt ini, gak ada inflight personal tv. mau tiduran, juga terbangun terus, abis terbang bentar aja juga udah mendarat.

Mendarat jam 7.30 jam setempat (korea 1 jam lebih awal dari SG). diinterogasi di imigrasi bentar. di jemput business partner. Sempat nyewa HP dulu, karena network di korea itu 3G, jadi HPku ga bisa dipakai.

Kirain mau diajak makan/ke hotel istirahat. eh taunya diajak ke kantor. Dari situ mulailah masa2 slaving. Ceritanya masih panjang, tetapi hari ini sudah larut.. besok2 sambung lagi :)

to be continued....

Labels: ,

Thursday, February 15, 2007

Valentine's day

Hari ini Feb 14, so called the valentine's day

Jam pulang kantor, keliatan cowo2 dandan rapi, bawa bunga...
cewe2 juga dandan cakep... siap2 untuk ngedate...
toko2 jualan bunga dengan harga super mahal... tetapi tetap ada yang beli...
di jalan2 raya, keliatan pasangan2 dengan wajah gembira...

well... ga semuanya gembira sih...
tadi ngunjungin seorang teman, katanya lagi ada masalah dengan pacarnya...
minta didoakan... hmm... relationship memang aneh... bisa berubah2
mungkin karena itu maka manusia lebih menghargai suatu relationship yah..
kalo semuanya tetap, pasti tidak berubah, maka mungkin ga gitu berharga...

buat aku sendiri... yang jelas, aku masih menantikan suatu saat dimana aku bisa merayakan valentine's day dengan seseorang yang Tuhan berikan. Yang bisa mengerti aku, dan bisa aku mengerti...

Labels:

Thursday, February 08, 2007

Holiday in Taiwan Continued (2)

This is a draft, containing the outline of events after the last blog

Malam terakhir di Far Glory Ocean Park berlalu.
Bangun pagi sarapan,
ambil foto untuk gantungan kunci
pergi ke Ocean Park dari jam 11 hingga jam 4.30
Pulang ke hotel, ambil barang, ambil gantungan kunci
naik bus ke stasiun kereta api hualien, sampai jam 5.30
beli batu2 untuk hadiah
naik kereta api ke Taipei
Karaoke di kereta
sampai di Taipei, ke hotel keyman

re-pack, booking hotel
pagi bangun jam 5.30 untuk pergi ke stasiun bus
sampai stasiun jam 6.30
naik bus berangkat ke Tai Chung
Malam pertama di hotel bernama Wu Ling Fu Ye Resort (hoya)
Hotel di national park bernama Xue Ba Guo Jia Gong yuan
Jalan2 di sekitar hotel, visitor service center
SPA di hotel
tidur siang
makan malam
Konser Ba Fang Wei di hotel
Benny Sakit
Pengenalan Astronomi
balik kamar
benny makin sakit, tengah malam jam 2 muntah, yus ikutan muntah
minta obat/air garam

esok pagi, bangun jam 7.30, missed mandarin duck
makan pagi, naik bus ke tempat berikutnya di ching jing
tour ke beberapa puncak gunung (3275 m), kolam tian chi
sampai di resort di gunung
tidur siang, makan malam
liat bintang
balik kamar, tidur

Labels: ,

Monday, February 05, 2007

Holiday in Taiwan continued (1)

Sambungan dari blog terakhir dari Tao Yuan International airport.

Sabtu 3 Februari 2007, malam.
Menunggu Yus tiba dari Singapore. Yus tiba sekitar 9.20 malam, dan setelah menunggu kurang lebih 20 menit, akhirnya dia pun tiba. Tidak banyak berubah, kecuali rambutnya yang baru dicukur hampir botak bulan lalu, sekarang masih lumayan pendek.

Teman Yus dari Aussie yang dulu merupakan teman kost di Aussie Rex datang menjemput. Bersyukur atas teman yang satu ini. Kita sama sekali ga planning apa yang harus dilakukan, dan hampir semuanya direncanakan dia dengan baik. Kita dibawa ke apartemennya di HsinChu, makan malam, dan tinggal di satu apartemen temannya yang kosong. Jadi kami bisa hemat. Selain itu dia juga beliin kantong tidur, karena suhu di sini lumayan dingin. Thanks Rex!

Rex punya anak umur 6 tahun, dan istrinya juga sedang hamil. Saat ini masih sedang mencari gereja tetap di HC, semoga bisa dapat dalam waktu dekat, karena ga baik juga kalo ga punya tempat bertumbuh yang tetap.

Malamnya kita tidur sekitar jam 12, dan akan dibawa Rex sekeluarga jalan2.


Minggu 4 Februari 2007.

Karena kecapean, dan Rex juga ga punya tempat ibadah tetap, hari minggu ini kita ga ke gereja. Jam 9 ketemuan dengan Rex sekeluarga dan pergi jalan2 ke daerah Taipei. Kita naik bus, harga sekitar NTD15 per orang untuk bus dari HsinChu ke Taipei dan sekitar 1 jam perjalanannya. Di Taipei, kami langsung menuju ke hotel dengan MRT dan Train Station yang sudah dibooking oleh Rex. Namanya Keyman's Hotel. Hotelnya lumayan rapi, tetapi fasilitasnya pas-pasan. Well, hanya sebagai hotel tempat tidur, yah ga bisa terlalu diharapkan juga. Yang penting ranjangnya bersih :)

Kita jalan2 di sekitar pusat kota, makan siang, dan memutuskan mau kemana. Apa mau ke Taipei 101, atau mau ke DanShui (Air Tawar) dekat BeiTou (Ujung Utara). Akhirnya kita jadi ke DanShui, karena dipikir2 sampai di sana dah hampir saat matahari terbenam, dan pemandangannya pasti bagus.

MRT di Taipei kurang lebih sama seperti di SG, tetapi lebih baru, dan yang pasti, orang2 di sini lebih sopan. Anak2 mudanya lebih inisiatif untuk memperhatikan orang tua/hamil dan memberikan tempat duduk. Inilah yang saya sebut negara yang masyarakatnya lebih dewasa. SG mungkin ekonominya maju, tetapi masyarakatnya (termasuk saya) sama sekali tidak dewasa.

Di DanShui, kita berjalan di pesisir pantai, mencicipi bermacam2 makanan jalan yang dijual dengan harga relatif murah. Makanan2 seperti pasar malam di SG tetapi jumlahnya mungkin 10 kali lebih banyak. Orang2nya juga ribuan. Maklum, minggu lalu hampir setiap hari hujan dan dingin sekali. Hari ini hari pertama yg mulai hangat, maka orang2 datang. Makanan yang dicicipi seperti cumi panggang, tahu busuk (chou tou fu), baso, kue darah babi, cumi rebus, es krim, dll.

Udara/angin laut terasa sangat menyejukkan. Jadi bingung kenapa daerah ini disebut "Air Tawar" padahal jelas2 ini air laut. :) Kita mengambil lumayan banyak foto, dan foto2 pas matahari hampir terbenam. Sayangnya karena belum begitu menguasai tehnik kamera, hasil potretan saya 'over-expose' dan semuanya hanya layar putih yang nampak.. well.. belajar dari pengalaman.

Satu benda yang menarik perhatian kita 3 bersaudara adalah di tepi laut ada toko yang menjual alat musik yang sudah pernah kita liat, tetapi tidak pernah kita coba: Ocarina. Kita akhirnya habis sekitar 30 menit di situ memilih dan mencoba, dan membeli 3. 2 ukuran besar dan 1 ukuran kecil. Rata2 NTD 1000. sekitar 50 dolar.

Sekitar jam 7 kita berangkat dari DanShui ke Shilin night market. Di situ juga seperti pasar malam. Makan, shopping, makan, shopping, foto. Jam 10an baru pulang dan sampai di hotel sudah hampir jam 12. Persiapan untuk besok bangun pagi jam 6, karena esoknya ikut tour harus bangun pagi dan kumpul 7.30 di stasiun.


Senin, 5 Februari 2007

Jam 7 keluar dari hotel dan berangkat ke Stasiun. Kita sampai sekitar 15 menit lebih awal, dan menunggu kereta api "Dong Fang Mei Ren Hao" => Gadis Cantik dari Timur. Kereta akan berjalan 3 jam sampai Hua Lian.

Di dalam kereta disediakan makan pagi: sandwich, minuman, dan buah2an. Selain itu, di tengah ada kereta khusus untuk Karaoke. Ben dan Yus asik di situ 2 jam lebih. Katanya ada anak2 SMP yang juga lagi tour dan suasananya meriah. Aku cuma duduk sendiri di bangku untuk jagain barang, foto2 pemandangan di luar.

di Hua Lian, kita ikut bus tour ke Taroko Gorge. Taroko adalah dari bahasa daerah suku pribumi di Taiwan daerah sini (suku A mei - cantik). Taroko artinya Megah, Besar, Menakjubkan. Memang gorge yang dikunjungi ini sangat2 besar dan tidak bisa dilukiskan dengan kata2. Gunung2 di sini semuanya adalah gunung batu, bukan gunung pasir. Batu2 yang berjatuhan di sungai begitu besar, dan tebing2 gunung begitu menakjubkan.

Pulang dari Taroko, kami check in di hotel bernama Far Glory (Yuan Xiong Yue Lai). Suatu hotel berbintang 5. Kamarnya bagus, fasilitasnya juga lengkap (ada internet!!) dan ada sauna, kolam renang, gym. Setelah istirahat sebentar, kami pergi makan dinner buffet di restoran inggris (ada restoran chinese, dan jepang juga). Habis itu kami ganti baju renang dan pergi sauna, berenang, menghilangkan letih lelah sehari ini.

Besok pagi bakal berangkat ke Ocean Park (Hai Yang Gong Yuan). Liat lumba2....

Hal yang belum tercapai. Membeli baju tradisional suku pribumi. Tadi ada liat satu set, NTD 1800. Agak mahal, jadi ga beli. Mungkin ada toko lain yang bisa jual dengan harga lebih murah.

Labels: ,

Saturday, February 03, 2007

Liburan ke Taiwan - Day one

Sabtu, 3 Februari 2007

Hari ini ke Taiwan. Ada teman yg mengucapkan selamat liburan. Tetapi apakah saya bisa enjoy selama 10 hari ini di Taiwan? hmm... ga tau juga. Ada sesuatu yang harusnya aku lakukan, tetapi gak sempat dilakukan, jadinya mengganjal. Bingung juga, kenapa manusia bisa tiba2 jadi indecisive padahal sudah dipikirkan matang2?

Anyway, sekarang sudah tiba di Taiwan bareng koko. Terpaksa nunggu di airport Tao Yuan selama 4 jam menunggu Yus datang. Dia naik pesawat SIA sedangkan kita naik JetStar. Suhu di sini lumayan dingin, 18 derajat. Syukur pakai sweater. Tadi makan beef noodle ala taiwan, harganya 180 NTD, sekitar 9 SGD. Agak mahal juga, tapi ini makanan di airport, yah anggap aja makan di restoran.

Secara keseluruhan, saya sangat comfortable dengan kondisi di sini. Suara orang2 di sini, mandarin taiwan itu sangat enak di dengar. Pelayan2 di toko juga ramah2. Nomer telpon di taiwan 0970071448. baru beli prepaid card harga 345 NTD. bisa telp ke SG untuk 40 menit. Tapi blon dicoba seh...

Malam ini bakal tidur di mana yah? ga tau, temannya Yus bakal jemput. Mungkin tidur di rumahnya. Ntah lah.. tidur di airport juga lumayan. Ada internet soalnya.. :)

Labels: ,

 

Free Blog Counter