Simply Suhandy

Sunday, March 25, 2007

Sightseeing in Seoul (2)

Continued from previous posting.

Pagi jam 8.30 turun buat sarapan. 8.50 akan dijemput untuk tour. Kita mengunjungi GyeongBokGung (Jing Fu Gong). Salah satu dari 5 istana yang ada di kota Seoul. Banyak bangunan2 yang diliat, difoto. ruang tidur raja, ruang tidur ratu, ruang tidur putra makota, dapur, kantor raja waktu musim panas, kantor raja waktu musim dingin, tempat belajar
raja, pustaka raja.... Seperti yang ada dalam film Dae Jang Geum deh.

Istana ini pernah mengalami banyak kerusakan, dan tahun 1500an pernah dibakar oleh Jepang. Memang orang Jepang zaman dulu itu agresif sekali sih.

Ginseng Center. Korea terkenal dengan Ginsengnya, yang katanya paling bagus dibanding dengan yang di Cina ataupun US. Itu dikarenakan kondisi iklim yang mendukung. Ginseng yang dewasa bisa mirip manusia, dan konon ceritanya memang kalau sudah dewasa Ginseng itu punya 'jiwa' sendiri dan bisa lari/jalan sendiri. Di sana, ketemu yang jualan orang indo juga. Tapi hehe, sekalipun sudah ditawarin gimana, ga beli apa2 juga. Soalnya mahal sih.

Amethyst Factory. Korea juga terkenal dengan tambang Amethystnya. Sejenis kristal ungu. Dibanding dengan kristal warna putih, katanya kristal ungu memerlukan tambahan ratusan ribu tahun sebelum warnanya berubah jadi ungu. Sempat beli dua kalung buat dede dan mama.

Insadong Antique Alley. Di sepanjang jalan banyak yang jualan barang antik, baik yg benar2 antik atau yg antik bikinan sendiri. Terus juga banyak barang2 hasil kreasi sendiri. Beli beberapa gelas keramik yang unik. Lumayan, harganya ga terlalu mahal dan bisa jadi oleh2 yg bagus.

ChangDeokGung. Salah satu istana dari 5 istana yg ada. Chang De Gong. Di sini katanya banyak adegan drama Dae Jang Gum diambil. Istananya lebih besar daripada GyeongBokGung, dan lebih terawat, karena itu keman2 kita diawasin. Tour guidenya ngomong chinese.

Jam 5 gitu pulang ke hotel. Malamnya saya sempat jalan2 sekali lagi ke NamDaeMun untuk beli2 seaweed. Ambil foto2 dari pintu gerbang NamDaeMun itu sendiri. Terus pulang ke hotel lagi, siap2 untuk pulang ke sg besok.

Kata receptionist, besok bakal ada demo di sepanjang jalan menuju ke airport, jadi saya disuruh berangkat jam 7.30 pagi (flightnya 11.30). Sebel, jadi ga bisa belanja paginya.

Pagi bagun jam 6.30, mandi, sarapan dan berangkat. Bayar bus 8000 won. Syukur, sampai di airport sebelum jam 9. Mungkin demonya belum mulai. Ngurusin bill telepon yang ternyata mahal, sekitar 270ribu won (2.7 juta rupiah).

Checkin jam 10 gitu. Di samping boarding gate, ada satu cultural department yang memperkenalkan kepada turis tentang kerajinan tangan korea, membuat kotak dan pouch. Saya bikin satu pouch sendiri (well, 90% sudah jadi tadinya, turis cuma complete last 10%). Abis itu saya minta difoto ama cewe yang ngajarin bikin pouch itu.

Akhirnya bakal tinggalin negeri ginseng ini. Kapan yah aku kembali. Kalau ada bisnis prospek, kemungkinan bakal balik lagi. tapi, aku ada rencana studi, jadi gak tau juga nantinya bagaimana. Tuhan yang tau jalannya deh.

Overall, trip ke korea ini sangat memorable. Di sg gak bakal banyak makan kimchi seperti di sini lagi :).

Labels: , ,

Sightseeing in Seoul (1)

Continued from previous posting... (walaupun judulnya beda... )

Hari jumat di Seoul. Hari ini mestinya ga ada kerjaan lagi di kantor partner. Tetapi pagi jam 10 ada rapat singkat dengan satu company baru, yang ingin tau lebih banyak tentang produk kami EA*. Dia berusaha menjual EAG ke S*, dan ingin tau apakah kami bisa menambah beberapa feature yang diperlukan.

Jam 10 kurang 5 menit, ketika saya sedang turun ke lobby untuk sarapan, sudah ditelpon oleh cewe yang suaranya manis itu :). Ternyata mereka datang tepat waktu. Ternyata bukan hanya suaranya saja yang ok, tampangnya juga ok loh. Bosnya mr. Bang ada di samping, dan juga sangat ganteng. Kesannya perfect match deh.

Saya bilang, saya lagi mau sarapan, jadi mereka terpaksa ikutan saya ke ruang makan. Mesan lemon tea, dan kopi. Sambil makan dan diskusi (untungnya dua orang ini bahasa inggrisnya lumayan bagus), saya sempat telpon ke singapore dan menyampaikan info bahwa ini project yg lumayan gede. Feature2 yang diperlukan mungkin bisa dipush lebih awal. Yah semoga project ini jadi deh.

Siangnya, saya makan siang sendirian di satu restoran. Makan shabu-shabu sapi. Sulit juga mau cari makanan kalau ga ngerti bahasa korea. Harus cari restoran yang menunya ada tulisan inggris. Terus pakai tunjuk2. Habis 7500 won. keluar restoran lupa minta receipt. Perlu itu untuk claim. Untungnya waktu kembali orangnya masih mau ngasih receipt.

Saya sempat mampir ke kantor lagi. Ketemu sama team di sana lagi ngopi di lantai paling atas. Sempat Foto2. Kim pernah menjanjikan akan mencarikan uang koin 1 won buat saya, dan dia bawakan :). Thanks Kim Jin Hee. Masih single tuh cewe dan seumuran dengan aku... kristen lagi haha..., ternyata sebagian besar orang di kantor itu kristen. Tetapi ga gitu serius. Tidak mesti ke gereja hari minggu, merokok, etc.. kesannya jadi mirip orang2 di indo.

Pamitan dari kantor, saya jalan2 sendiri ke NamDaeMun (Nan Da Men) artinya Pintu Besar di Selatan. Dulu Seoul itu namanya Kota HanYang, dan ada tembok besar mengelilingi. Satu kota itu ada 4 pintu besar, DongDaeMun (Timur), NamDaeMun(Selatan), SeoDaeMun(Barat), BukDaeMun(Utara). Di NamDaeMun itu ada satu pasar yang merupakan pasar yang paling bersejarah. Bisa beli seaweed, barang pecahbelah, makanan2 kecil lainnya di sana. Saya ga beli apa2 sih di sana, takut kena tipu, karena mereka jelas tau saya itu bukan orang local.

Di NamDaemun, kebanyakan orang berbicara kepada saya dalam bahasa Jepang. Mungkin karena sedikit mirip? atau memang karena banyak turis dari Jepang yang datang. Di mana2 Nandesuka, nandesuka.. kedengarannya seperti ... apa deh yang ade suka... haha..

Di korea sempat juga belajar bahasa korea sedikit: 0 sampai 10 itu: kung, il, i, sam, sa, o, ryuk, ch'il, ph'al, ku, sip. kalau mau tanya 'ini apa', i gat i muat ipnika. 'minta tolong' do wao cho. tentu saja 'kamsa hamida' dan 'ahnyeong haseo' udah tau. Yang paling penting adalah 'chee song hamida' I am sorry, dan 'han guk mael bo theo', aku ga ngerti bahasa korea.

Waktu lagi window shopping, dapat telepon dari kantor di korea. Katanya boss mereka mau ngajakin makan malam. Mau traktir. Saya jadi jalan balik dari NamDaeMun ke kantor. kurang lebih 20 menit. Eh taunya mereka makan di daerah NamDaeMun juga, jadi jalan balik lagi.. cape tau.. bolak balik gitu.. ehehehe...

Makan malamnya Bulgogi ala Korea, dengan berbagai makanan sampingan seperti biasanya. Minum red wine. Abis itu sempat diajak jalan2 ke department store, liat2 barang, ga beli sih.. soalnya barang2 di korea benaran mahal2 banget.

Sampai di hotel, booking untuk satu tour satu hari penuh besoknya. Terus tidur.

To be continued...

Labels: , ,

Saturday, March 24, 2007

Slaving in Seoul (4)

Continued...

Hari senin, jam 12 sampai di kantor, lunch bersama. Setelah itu saya kira mau ke IBM, tetapi setelah ditunggu2, ga jalan2. Sekitar jam 7an gitu, kita diajak makan malam, terus dibilang ga jadi ke IBM hari itu, karena IBM ga siap.

Besok pagi2 disuruh ke kantor jam 9 tepat. Jam 9, mereka mulai packing, bawa komputer, server, kabel2 etc, siap berangkat ke IBM. Jam 10 kita jalan. Sampai di sana, kiranya udah bisa langsung install program, eh... saya bete, sudah dibilangin harus nyiapin oracle id, root id, untuk install di AIX, ternyata pada ga ada semua, harus pinjam sana sini. Sampai jam 12 gitu, baru kira2 mulai kerja, tapi sudah waktu makan siang.

Habis makan siang, mereka baru mulai install oracle. Mereka bawa DVDnya, tetapi servernya ga ada DVD drive.. kalo FTP harus makan 2 jam.. gila aja. Akhirnya mondar-mandir, bisa pinjam satu DVD drive buat dimount, dan bisa install dari sana.... tapi jangan terlalu happy dulu.. install dan konfigurasi semuanya baru selesai jam 7 malam gitu. Gila aja... kapan kerjaan mau selesai kalo gitu? Saya sih sudah prediksikan bakal kerja non stop hingga pagi, hingga benchmark testingnya selesai.

Jam 8 gitu kita selesai makan malam, dan saya mulai install bagian program saya. Selain itu harus pusingin gimana nyiapin data yang banyak untuk testing. Syukur, team dari Singapore membantu, sehingga jam 2 pagi, kita akhirnya punya data yg cukup untuk testing. Jam 3 gitu mulai testing, dll, dan baru jam 7.30 pagi testing selesai. Dalam proses testing itu banyak argument (saya ngomong inggris, yg lain ngomong korea :). Sebel sih, mereka itu kesannya sangat sombong, tetapi mungkin juga karena stress, jadi kesannya emosian. Jam 5 sampai jam 6 itu semuanya dah tidur, dan saya kerja sendiri dibantu tim dari singapore. Untuk masalahnya beres, kalo gak besoknya bagaimana?

Jam 8an, kita berangkat ke H*Bank untuk diuji solusi kita. Dibagi 2 team. Satu team di bagian benchmark testing, satu team lagi di bagian functional testing. Yang sebel itu, mereka itu sangat2 premature dalam hal benchmark testing, jadi ga ngerti sama sekali tentang tuning. Bisanya cuma nuduh, kenapa produk kamu begini begitu. Syukur, sekalipun hasil di benchmark testing kurang memuaskan, di bagian functional testing, hasil kami lumayan bagus. Pihak H*Bank sangat puas dengan feature2 yang ada di produk kami.

Jam 3an, (dari pagi belum sarapan) kita pergi makan siang. Minum Soju. Syukur project sudah selesai. Jam 6 gitu, baru pulang ke rumah masing2. Tidur sampai jam 12 bangun lagi, lapar, masak mie kimchi satu bungkus lagi, untuk dinner... terus tidur lagi... rasanya badan itu sangat tidak enak, sedikit demam kesannya, sakit tenggorokan, jerawatan.. yah gimana ga sakit kalau kerjanya nonstop gitu.

Esoknya, disuruh ke kantor jam 9, tetapi jam 9 saya telpon ke mereka, bilang demam, ga bisa datang. Jam 1 gitu baru datang, diajak makan siang, terus balik kantor lagi. Makan Bulgogi di seberang kantor. Ada teman korea satu di dalam team, namanya Chae, yang sejak lemburan di IBM sudah sakit, (saya kasih panadol), waktu itu dia baekan, tetapi hari ini bibirnya bengkak, dan setelah ke dokter, dokternya suruh dia ke rumah sakit spesialis untuk periksa. Saat ini dia masih istirahat di rumah. Mungkin infeksi di mulut + ga cukup istirahat jadi parah. Semoga dia cepat sembuh.

Hari kamis jam 7 malam, makan bareng Kim dan Joo, katanya ada budget 100k won untuk kita. Jadi kita makan bbq daging sapi, plus minum soju. Dilanjutkan dengan ngemil makanan ringan di satu bar, dengan minum bir. Total habis 70k won. Jam 10 malam pulang tidur.

Hari Jumat-Minggu adalah waktu free saya sekarang. Jumat pagi bakal ada rapat dengan satu company lain untuk satu product lagi. Tapi itu mestinya santai. Setelah itu saya bakal jalan2 dan tour. Akhirnya masa2 sibuk di Seoul berakhir dan diakhiri dengan masa2 santai.

Selebihnya akan saya lanjutkan di posting berikutnya.

to be continued

Labels: ,

Thursday, March 22, 2007

Slaving in Seoul (3)

continued...

Updatenya telat, karena memang situasi tidak memungkinkan.

Hari minggu tanggal 18 siang, kita dibawa ke Wagung, untuk makan siang. Authentic Korean BBQ kalo boleh saya bilang. Mirip dengan satu film korea yg pernah ditontoni, restoran ini dindingnya seperti ditutup dengan plastik tebal (bukan kaca), matahari bisa tembus dari atas ataupun dari samping. Di dalam restorannya ada tungku pemanas. BBQnya pake arang benaran. Di sekeliling restoran ada balok2 kayu benaran yang gede2. Kalo di sg, ada juga yang seolah ada balok2 kayu, tapi dari semen/beton semua.

Kita makan steak yang dipanggang di atas kompor BBQ pake arang tsb. Side dishnya ada Cabe, kimchi, soup dari kacang kedelai, kimchi, bubur pakai nasi gosong (tradisional korean food), bi bim bap, dan lain2.

Habis makan, kita jalan2 ke satu danau, yang di tengahnya ada satu tempat bungee jumping paling tinggi di korea. Seru juga, melihat orang2 terjun dari atas. Untung aku gak disuruh ikutan, bisa2 jantung copot. Di danau itu juga, disuguhi satu makanan yang lain dari yang lain, yaitu ulat rebus. Orang korea berusaha jelaskan "Before Butterfly", artinya sebelum ulat itu menjadi kupu2 haha.

Jam 7 lebih kembali ke H* Bank, untuk melanjutkan setup yang belum selesai. Setelah berjuang selama 3 jam, hingga jam 10 malam, akhirnya kita diusir juga. Testnya belum sempurna, tetapi telah diusahakan sebaik mungkin. Besok masih bisa lanjutkan di IBM. Kami diantarin pulang, dan di jalan dibeliin 2 bungkus mie instant kimchi... tapi... kita ga diajakin makan malam..hiiks... terpaksa masak kimchi noodle di kamar buat dinner.

Berhubung sudah cape sekali, dan saya sejak turun dari pesawat belum benar2 istirahat, esoknya saya diminta masuk kantor jam 12 siang. Katanya mau ke IBM habis itu.

To be continued

Labels: ,

Monday, March 19, 2007

Slaving in Seoul (2)

Continued from previous blog:

Sambungan dari blog yang lalu. Saya dari Incheon internation airport di Seoul, di jemput oleh partner dari Korea. Namanya JO*, umur 47 tahun, perokok (di Korea, banyak yg merokok, sebel).

Dari Incheon, perjalanan ke Hotel (yg letaknya persis di sebelah office) memakan waktu hampir sejam. Karena di pesawat baru makan jam 5, jadi saya bilang ga lapar. Baru jam 8.30 sekarang. Jam 9.30 sampai di office, mulai dilontarkan pertanyaan2 tentang produk. Kenapa ini kenapa itu.

Di situ kerja dengan beberapa orang, Ju, yang sudah pernah conference call (suaranya lembut mirip HC), Kim-cowo, programmer, Kim-cewe, programmer, Chae-cowo programmer, satu lagi lupa namanya :p

Kondisi tubuh dah mulai lemah, dan lapar/dingin. Coba ini, coba itu, ditanya apakah aku lapar. Aku bilang iya, sekitar jam 11 gitu, dibelikan makanan ayam panggang, dengan salad dll. Makannya bareng2. Berenam.

Abis makan, kerja lagi, ngetest sana sini. JO* pulang. kita terus kerja. Mereka itu 'dedicated' banget. Ntah karena dipressure ama boss, atau memang semangat kerja mereka itu luar biasa. Kayaknya mereka ga pengen pulang gitu. Aku sendiri sudah makin lama makin merasa ga enak, jadi akhirnya bilang mau pulang. Itu jam 3 pagi.

Akhirnya, mereka mo pulang juga, jam 3.30 pagi aku tiba di kamar. Kamar hotel 15-15, Hotel Sejong (Sejong itu dari bahasa chinese Shi Zhong, adalah salah satu raja di dalam dinasti joseon yang terkenal). Terlalu cape untuk internet2 lagi di hotel. Duduk bengong, liat tv yang ga ada acara, mandi/berendam air panas. Tidur jam 4.

jam 5 terbangun lagi. Tidur lagi, jam 7 dapat morning call. Setelah penuh perjuangan, akhirnya turun 8.15 ke restoran sarapan. 8.30 ketemu orang2 dari company, terus berangkat ke H*Bank. H*Bank data center yg kita kunjungin ada di kota Bundang (bukan Bandung). Sekitar 45 menit dari company/hotel.

Jam 10 kita mulai masuk ke data center. Mulai install2, baru sekitar jam 11. Kita cuma punya waktu 2 jam (katanya), karena setiap competitor dapat 2 jam. jadi harusnya jam 12 udah keluar. Kita tetap bertahan, sampai jam 1. Ada competitor datang, kita tetap dibiarkan di dalam. sampai jam 3. competitor kedua datang, kita baru diusir.

Kalau masih ikutin ceritanya, berarti sadar, dari sarapan pagi jam 8, hingga jam 3, kita belum makan apa2. Berarti cocok, dengan judul blog ini. Slaving in Seoul :)...

cerita selanjutnya akan ditulis malam ini.... (to be continued)

Labels: ,

Slaving in Seoul (1)

Pernah nonton film sleepless in Seattle?
yang gue alamin kurang lebih sama... at least bagian sleep-less nya. Kurang tidur sih.
Jadi enaknya ganti jadi Slaving in Seoul. Kenapa Slaving?

Hari kamis, ketika masih di UOB, mendapat kabar kalo aku disuruh ke Korea. Surat2 semua dipersiapkan, untuk apply visa ke Korea. Jumat pagi ke Kedubes Korea di Goldbell Tower, di scotts road untuk daftar. Katanya perlu 4 hari untuk keluar visanya. Lewat travel agency juga sama. Jadi baru hari rabu dapat visanya.

Miracle does happen. But maybe not for the benefit of me. Company yg ngundang saya untuk datang ke korea itu punya kenalan di kedubes Korea. Setelah ditelpon, Visa saya langsung 'jadi'. Jam 3 sampai ke kedubes untuk ngambil Visa. total 48 dolar (belum tambah taxi pulang pergi 2 kali).

Setelah itu, dapat telpon dari Korea. Mau minta aku untuk berangkat malam itu? wah.. gile aja, ini mah super dadakan. Papa mama siang ini datang, dan malam ini janji mau makan malam bersama. Mana mungkin? suhu di korea lagi 0 derajat gitu. apa baju dingin cukup. pusing. Persiapan untuk project yg ga jelas ini juga gak beres2. cape.

Aku bilang, ada tugas di gereja, ngajar PS anak bareng YY. kalau bisa berangkat minggu sore. Akhirnya diputuskan, oleh boss, bahwa aku akan berangkat sabtu pagi jam 8. apa boleh buat, katanya di sana lagi urgent banget, butuh bantuan aku.

Malam, makan bareng ortu, terus pulang. Packing, packing, packing... hingga jam 2an. Kepikiran ada sesuatu yang menggantung di hati. Akhirnya telepon 'seseorang' untuk mengungkapkan isi hati. Bersyukur banget, akhirnya aku bisa menyatakan secara langsung. Biar apapun jawabannya, aku jadi lega, dan bisa berangkat ke korea dengan tenang. Bersyukur sekali. :)

Tidur, jam 6 bangun, 6.30 naik taxi ke changi. Naik Thai airlines. Ke Bangkok, 2 jam-an. transit 1 jam, terus ke Hongkong 2 jam-an, transit 1 jam, baru ke Incheon (Seoul), 3 jam. Parah. Company mau hemat, naik pesawat spt ini, gak ada inflight personal tv. mau tiduran, juga terbangun terus, abis terbang bentar aja juga udah mendarat.

Mendarat jam 7.30 jam setempat (korea 1 jam lebih awal dari SG). diinterogasi di imigrasi bentar. di jemput business partner. Sempat nyewa HP dulu, karena network di korea itu 3G, jadi HPku ga bisa dipakai.

Kirain mau diajak makan/ke hotel istirahat. eh taunya diajak ke kantor. Dari situ mulailah masa2 slaving. Ceritanya masih panjang, tetapi hari ini sudah larut.. besok2 sambung lagi :)

to be continued....

Labels: ,

 

Free Blog Counter